Keluarga Brigadir J Minta Kapolda Metro Jaya Dinonaktifkan, Buntut Pelukan dengan Sambo

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Aksi pelukan Irjen Ferdy Sambo dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran beberapa waktu lalu berbuntut panjang.

Keluarga Brigadir J meminta agar Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran juga ikut dinonaktifkan jika terbukti menghalangi penyidikan.

Hal tersebut disampaikan kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak merespons aksi pelukan Irjen Ferdy Sambo dengan Irjen Fadil Imran yang beredar di media sosial.

# Baca Juga :Peringatan Kedua Jokowi soal Dugaan Pembunuhan Berencana Brigadir J, Ini Alasan Polri

# Baca Juga :FAKTA Baru Kematian Brigadir J, Ada Bekas Luka di Leher, Keluarga Menduga Sebelum Ditembak Dijerat dari Belakang

# Baca Juga :Soal Sambo dan Kapolda Metro Berpelukan, Kuasa Hukum: Usut Tewasnya Brigadir J Tak akan Objektif

# Baca Juga :BREAKING NEWS CCTV Bukti Kasus Dugaan Pembunuhan Berencana Brigadir J Ditemukan, Kapolres Jaksel Nonaktif

“Kalau terbukti ikut menghalangi penyidikan atau merekayasa ya ada baiknya juga (dinonaktifkan),” ujarnya kepada wartawan, Jumat (22/7/2022).

Lebih lanjut, dirinya juga meminta agar seluruh pihak-pihak terkait diperiksa agar yang terbukti menghalangi penyidikan dapat segera dinonaktifkan.

Momen pelukan Fadil dan Sambo terjadi pada Kamis (14/7) lalu. Pada momen itu Sambo menangis di pelukan Fadil.

Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan pertemuan dan pelukan tersebut bersifat personal. Menurutnya, pertemuan itu tidak memengaruhi kasus Brigadir J yang kini dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

“Kejadian antara Kapolda dengan Ferdy Sambo itu personal, rasa empatinya saja,” ujar Dedi.

“Jadi (penyidikan) enggak dipengaruhi kejadian-kejadian seperti itu,” imbuhnya.

Fadil sendiri belum memberikan keterangan soal pelukan dengan Ferdy Sambo tersebut.