PALANGKARAYA, KALIMANTANLIVE.COM – Saat ini, gadget atau handphone (hp) merupakan alat komunikasi yang banyak digunakan di seluruh dunia.
Sifatnya yang multifungsi menjadikan hp diperlukan oleh banyak orang, bahkan sebagian anak-anak yang tidak bisa lepas darinya.
Tak jarang, banyak orang yang menggunakan hp secara berlebihan dan cenderung mengalami kecanduan.
# Baca Juga :Jaga Kesehatan Mulut Selama Puasa, Hindari Merokok
# Baca Juga :Meski Kurang Populer, Tahukah Anda Betapa Banyak Manfaat Jantung Pisang untuk Kesehatan
# Baca Juga :Dinkes Gelar Workshop Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana Alam Maupun Non Alam
# Baca Juga :Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terus di Kalsel Meningkat, Ini Peran Tenaga Kesehatan
Padahal, kecanduan hp memiliki beberapa efek negatif bagi kesehatan mental seseorang, terlebih anak di bawah umur.
Contohnya 2 bocah di Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini, mereka dilaporkan mengalami stroke ringan.
Kasus stroke ringan akibat kecanduan gawai tersebut terjadi enam bulan lalu, serta sudah mendapatkan penanganan.
Kejadian diketahui melalui pelaporan orang tua kedua anak tersebut.
Mereka melaporkan soal penyakit tak biasa kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AKB) Palangka Raya.
“Setelah dilakukan penanganan intensif, mereka dapat disembuhkan,” papar Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3APPKB Palangka Raya, Ellya Ulfah, Sabtu (23/7).
“Seorang anak yang terkena stroke ringan itu kemudian diasuh salah satu yayasan sosial di Palangka Raya. Penyebabnya orang tua si anak terbelit kesulitan ekonomi,” imbuhnya.
Kejadian stroke ringan itu sekaligus menjadi pengingat kepada orang tua bahwa gawai juga berefek buruk terhadap kesehatan.
Selain terhadap kesehatan, efek buruk gawai juga dapat memperlambat perkembangan sosial dan emosional anak, gangguan tidur, suka menyendiri, perilaku kekerasan, penurunan kreativitas, hingga ancaman cyber bullying.
“Seiring kasus tersebut, kami mengimbau orang tua agar jangan pernah membiarkan anak kelebihan bermain gawai. Memang gadget menjadi salah satu alat belajar, tetapi sebaiknya dilakukan pendampingan,” beber Ellya Ulfah.
“Kami juga meminta masyarakat untuk tidak segan melaporkan kejadian serupa kepada DP3APPKB Palangka Raya,” tandasnya.








