Kisah Khairiani, Sosok Perempuan Pendaki Asal Banjarmasin, Sesuaikan Waktu Kerja dan Hobi

Terlebih, hal itu membuatnya harus membagi waktu antara pekerjaan dengan hobi pergi ke alam bebas.

“Kalau salon bunda biasa sama pelanggan atur waktu, kalau pelanggan mau perawatan bisa chat dulu, jadi bisa bagi waktu,” kata Khairiani.

BACA JUGA :
Sosialisasi Sambil Berwisata Komunitas Eco Enzyme Pusdy ULM di Tahura Mandiangin, Diskusi, Testimoni hingga Game

Selain itu, Khairiani juga diketahui turut memimpin satu KPA yang bernama Himung Bakunjang (Hibak). Dimana saat ini komunitasnya itu ada memiliki 6 cabang yang berasal dari beberapa wilayah Kabupaten/Kota di Kalsel.

“Hobi untuk menambah wawasan menjadi lebih luas, kita dapat merasakan keagungan Allah SWT. Kekeluargaan dirasa lebih dekat dan banyak punya keluarga,” katanya.

Khairiani (tengah) saat bersama rombongan mendaki di salah satu gunung di Kalimantan Selatan. (dok.pribadi Khairani)

“Trek mendaki itu yang dibilang hobi. Kalau sampai Puncak hanyalah bonus, karena lupa rasa lelah di jalan, sebab itu selalu ketagihan, dan mau muncak terus,” tambah Khairani.

Dengan itu, k edepan diharapkannya bisa menjadi motivasi yang lebih bagi anak-anak muda agar selalu mengerjakan hal-hal yang selalu bernilai positif.

“Hal positif tidak diartikan muncak atau liburan, yang penting selalu melakukan kegiatan yang bernilai baik,” katanya.

Kalimantanlive.com/Ilham
Editor : elpian

News Feed