BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, ada 11 SMP Negeri di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang tak terpenuhi kuotanya.
Belasan SMP Negeri itu tak memenuhi kuota siswa untuk tahun ajaran 2022/2023.
Dari 11 sekolah yang tidak terpenuhi kuotanya ini, rata-rata mulai dari satu hingga dua rombongan belajar (rombel) atau kelas.
# Baca Juga :Narapidana Lapas Teluk Dalam Banjarmasin Kabur Saat Aksi Bersih-bersih, Sisa 5 Bulan Kurungan
# Baca Juga :Kisah Khairiani, Sosok Perempuan Pendaki Asal Banjarmasin, Sesuaikan Waktu Kerja dan Hobi
# Baca Juga :Milad ke-113, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Tabligh Akbar Masjid Al Jihad Banjarmasin
# Baca Juga :Walikota Banjarmasin Ibnu Sina Distribusikan Bantuan ke Lokasi Kebakaran di Sungai Miai
Adapun sekolah yang tidak terpenuhi kuotanya tersebut yakni SMPN 10 Banjarmasin (1 rombel), SMPN 12 Banjarmasin (1 rombel), SMPN 13 Banjarmasin (2 rombel), SMPN 16 Banjarmasin (1 rombel), SMPN 17 Banjarmasin (2 rombel), SMPN 18 (1 rombel).
Selanjutnya SMPN 22 Banjarmasin (2 rombel), SMPN 28 Banjarmasin (2 rombel), SMPN 29 Banjarmasin (1 rombel), SMPN 32 Banjarmasin (2 rombel) dan SMPN 34 Banjarmasin (2 rombel).
“Ya, ada 11 sekolah jenjang SMP yang belum terpenuhi kuotanya. Ada yang satu maupun dua rombel, dan totalnya sekitar 17 rombel yang belum terpenuhi,” ujar Kepala Disdik Banjarmasin, Nuryadi, Sabtu (23/7/2022).
Adanya sekolah yang tak terpenuhi kuotanya ini lanjut Nuryadi bukanlah fenomena baru, bahkan selalu ada tiap tahunnya.
“Memang ada beberapa yang setiap tahun kekurangan siswa, misalnya SMPN 32, SMPN 29, SMPN 17, SMPN 18 dan SMPN 28,” katanya.
Disinggung mengenai penyebabnya, Nuryadi menerangkan diperkirakan ada beberapa faktor, misalnya salah satunya karena memang sebuah sekolah berada di kawasan yang memang tidak banyak terdapat siswa jenjang SMP.
“Bisa saja di wilayah itu, mungkin wilayah kantong tidak ada usia pelajar SMP,” katanya.
Disinggung mengenai sekolah jenjang SD di Banjarmasin yang juga tidak terpenuhi kuotanya, Nuryadi belum merincikan.
“Ada yang belum melaporkan datanya,” jelasnya.
Terkait adanya sekolah yang tidak terpenuhi kuotanya ini, Nuryadi mengaku mendapatkan surat dari Kemendikbud.
“Tidak hanya Disdik Kota yang mendapat surat, untuk meminta penjelasan,” katanya.
Nuryadi membeberkan pihaknya sudah menjelaskan beberapa penyebab tidak terpenuhinya kuota di beberapa sekolah tersebut.
“Sudah kita jawab. Dan kalau berdasarkan data kita tahun ini meluluskan sekitar 9000 siswa SD. Tapi berdasarkan data yang ada hanya sekitar 5600 siswa yang masuk SMP negeri. Jadi sisanya itu apakah masuk ke sekolah swasta atau pindah keluar daerah,” katanya.
Nuryadi berharap pihak sekolah bisa memenuhi kuota masing-masing, karena akan berdampak bagi sekolah itu sendiri.
“Harapannya setiap sekolah memenuhi standar pelayanan minimal. Karena dampaknya bisa menimbulkan kerugian. Salah satunya menerima dana BOS tidak penuh,” pungkasnya.
editor : NMD
sumber : kalimantanlive.com/banjarmasin.tribunnews.com









