BREAKING NEWS Pasawat Garuda Bermasalah, Kepulangan Jemaah Haji Kalselteng Tertunda

BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Buntut terlambatnya kepulangangan jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Banjarmasin membuat pihak Garuda Indonesia angkat bicara.

Seperti diketahui dua kelompok terbang (kloter) asal Banjarmasin terpaksa menunda kepulangan.

Sesuai jadwal, dari Makkah para jemaah asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah seharusnya terbang sejak Minggu (24/7/2022) sekitar pukul 05.05 waktu Arab Saudi.

# Baca Juga :Tiba 26 Juli 2022, Jemaah Haji Banjarbaru Wajib Jalankan Prokes Ketat Penjemputan

# Baca Juga :Pulang dari Mekkah, 18 Jemaah Haji Indonesia Positif Covid-19, Begini Kondisinya

# Baca Juga :Hari Ini Jemaah Haji Kloter 1 Embarkasi Banjarmasin Dipulangkan, Tim Kesehatan Bersiaga

# Baca Juga :Ikut Safari Wukuf, Jumlah Jemaah Haji Indonesia Berkurang Jadi 119 Orang

Kemudian tiba di debarkasi Banjarmasin pada hari ini, Senin (25/7/2022) Wita.

Namun, jadwal kepulangan mereka harus bergeser ke Selasa (26/7/2022) esok.

Apa penyebabnya?

Terungkap, ternyata pihak Garuda Indonesia menemukan kendala teknis pada pesawat A330-300 penerbangan haji GA 8201 rute Jeddah-Banjarmasin.

Akibat kendala itu Pesawat Garuda ini diharuskan melakukan prosedur perbaikan secara komprehensif.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel, HM Tambrin membenarkan ihwal tertundanya kepulangan sejumlah jemaah.

“Jadwal terbaru, dari Jeddah pada 25 Juli pukul 12.00, dan akan tiba 26 Juli pukul 06.45 Wita,” ujarnya, Senin (25/7).

Kendati begitu, Tambrin memastikan semua jemaah kloter I dalam kondisi baik. Takkan ada perubahan pada skenario penyambutan. Termasuk tes antigen pada jemaah.

Embarkasi Banjarmasin memberangkatkan total tujuh kloter jemaah. Rinciannya, lima kloter meliputi 1.743 jemaah Kalsel, serta dua sisanya mencakup 739 dari Kalimantan Tengah.

Garuda: Komponen Pasawat Bermasalah

Direktur Layanan & Niaga Garuda Indonesia Ade R. Susardi menambahkan penyesuaian pengoperasian layanan penerbangan dilakukan setelah petugas melakukan inspeksi secara menyeluruh dalam persiapan.

Saat proses inspeksi tersebut, kata dia, ditemukan komponen pesawat yang perlu dilakukan perbaikan. Termasuk asesmen kebutuhan penggantian suku cadang komponen penunjang pada mesin pesawat.

“Kami senantiasa mengedepankan fokus penerapan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan pada seluruh lini,” ucapnya via keterangan tertulis.