Ingin Kembangkan Perkebunan Kelapa Sawit yang Efisien, Disbunnak Kalsel Gelar Pelatihan

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan atau Disbunnak Kalsel menggelar Pelatihan Teknis Budidaya bagi Pekebun Kelapa Sawit di Banjarmasin, Senin (25/7/2022).

Pelatihan ini diikuti 120 orang yang dibagi menjadi dua kelas dan peserta pelatihan dari Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) berjumlah 68 orang dengan total 188 orang, sesuai hasil rekomendasi teknis yang sudah diterbitkan.

Pelatihan ini ditujukan sebagai upaya mencapai pengembangan usaha yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi mengatakan, dilakukan upaya melalui peremajaan terhadap tanaman yang kurang produktif, tua dan rusak, dengan dukungan pengembangan sumber daya manusia serta bantuan sarana dan prasarana.

# Baca Juga :Tinggal 2 Bulan, Pemprov Kalsel Belum Tunjuk EO MTQ Nasional 2022, Roy: Persiapan Lelang

# Baca Juga :Paman Yani Gandeng Dua RS Terkemuka Ikut Baksos, Pastikan Pemprov Kalsel Hadir hingga Pelosok

# Baca Juga :Pemprov Apresiasi FAI Kalsel Jadi Juara Umum Fornas VI, Paman Birin: Pertahankan!

# Baca Juga :Ada Apa? Sudah 3 Pejabat Pemkab Banjar Ditarik ke Pemprov Kalsel, Ini Penjelasan Paman Birin

“Dengan pelatihan teknis budidaya bagi pekebun kelapa sawit melalui kegiatan pengembangan SDMPKS, upaya kita dalam menciptakan usaha yang kondusif dengan meningkatkan partisipasi masyarakat pekebun dan peternak dalam bentuk memfasilitasi kelembagaannya, sehingga mampu berdaya saing dalam menghadapi berbagai kondisi ekonomi saat ini yang begitu cepat berubah akibat adanya pandemi COVID-19 dan adanya bencana banjir di Kalsel,” harap Suparmi.

Suparmi menyampaikan, saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan di bidang peternakan dengan menetapkan pembangunan pertanian yang akan diwujudkan selama periode 2020-2024 adalah pertanian maju, mandiri dan modern.

Dikatakan Suparmi, seluruh jajaran pertanian harus lebih maju baik dari pusat hingga desa, harus lebih bergerak, lebih bersemangat, dan lebih mempunyai kemampuan, pertanian harus mandiri serta tidak selalu bergantung pada impor.

“Pertanian harus lebih modern dengan menggunakan berbagai inovasi teknologi, sehingga mampu meningkatkan produktivitas untuk nilai tambah dan daya saing,” ucap Suparmi

Kedepannya, pengembangan perkebunan melalui gerakan peningkatan produksi komoditas perkebunan, diharapkan Suparmi, mampu meningkatkan pemenuhan kebutuhan pangan asal perkebunan, meningkatkan ekspor produk perkebunan, penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahtaraan pekebun.

“Tentunya diperlukan kerja keras semua pihak, baik melalui upaya meningkatkan koordinasi antar kabupaten/kota dan provinsi serta pemilihan strategi yang tepat dalam melaksanakan pekerjaan dengan tetap mengacu pada aturan yang ada dan tertib administrasi,” kata Suparmi. (*/kalimantanlive.com)

editor : NMD
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id