BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Setelah menunggu 50 tahun, gelaran MTQ Nasional akhir kembali digelar di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Sebelumnya, Kalsel pernah menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke-3 pada 1970.
Nah, meski pelaksanaan MTQ Nasional ke-29 Tahun 2022 ini tinggal dua bulan lagi yakni direncanakan pada 10-19 Oktober 2022, namun Pemprov Kalsel belum menunjuk Event Organizer (EO).
# Baca Juga :Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXIX, Gubernur Kalsel: Langkah Memuliakan Al-Quran
# Baca Juga :Sambut MTQ Nasional XXIX Tahun 2022, Dispar Kalsel Siapkan Pasar Terapung hingga Geopark Meratus
# Baca Juga :MTQ Nasional XXIX 2022 Kalsel Digelar di Tiga Daerah, Pembukaan dan Penutupan di Kiram Park
# Baca Juga :Kalsel Tuan Rumah MTQ Nasional 2022, Masjid Al-Karomah Martapura Kabupaten Banjar Bakal Jadi Pusat Acara
Pelaksanaan yang tinggal dua bulan ini, kemeriahan MTQ Nasional dijadwalkan digelar secara offline.
Event Organizer (EO) bakal bekerja maksimal untuk menyediakan panggung di banyak titik di sejumlah lokasi acara MTQ Nasional di Kalsel.
Bukan hal mudah, pasalnya gelaran MTQ diselenggarakan di tiga kabupaten kota yakni Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar Senin (25/7/2022) membenarkan jika hingga kini belum ada EO yang sudah ditunjuk untuk menangani panggung termasuk venue utama.
“Kita sudah rapat, dan kita sudah finalisasi anggaran, sekarang kita dalam proses penunjukan EO untuk venue utama, mudah-mudahan bulan depan sudah ada EO yang ditunjuk,” katanya.
Saat ini tambah Roy pihaknya dalam persiapan lelang penunjukan EO, tak hanya venue utama di Kiram Kabupaten Banjar namun juga di venue lain.
“Prinsipnya pedoman pengadaan barang dan jasa, pencairan dana dan sebagainya sudah kita tetapkan dan kita susun. Sekarang pemilihan EO sedang berjalan dan mudah-mudahan bulan depan sudah ada EO- nya sehingga bisa melaksanakan proses selanjutnya,” paparnya.
Begitu juga dengan souvernir MTQ ke 29 ujar Roy juga masih dalam tahap pematangan.
Sementara terkait anggaran kata Roy pihaknya dalam tahap pemetaan anggaran yang bisa didanai dari APBD provinsi Kalsel dan dari APBN serta sumber-sumber lain dalam pelaksanaan MTQ.
“Kita sudah melakukan koordinasi dengan Menko PMK terkait kebutuhan apa saja yang perlu dukungan dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Pelaksanaan MTQ ke 29 ini ujar roy harapan besar bagi Kalsel untuk bisa menorehkan banyak prestasi.
Pihaknya juga melakukan pembinaan bagi kafilah yang akan mewakili dalam MTQ nasional dengan mendatangkan pelatih lokal dan nasional.







