MALANG, KALIMANTANLIVE.COM – Fenomena embun es atau frost kembali muncul di kawasan Wisata Gunung Bromo di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Fenomena ini terjadi akibat adanya penurunan suhu udara yang cukup ekstrim.
Penurunan suhu udara secara ekstrem menyebabkan munculnya fenomena embun es di sejumlah titik berketinggian di atas 500 mdpl.
# Baca Juga :Waspada Hujan Disertai Angin Kencang di Kalsel, BMKG: 24 Provinsi Alami Cuaca Ekstrem
# Baca Juga :19 Titik Panas Baru Ditemukan di Kalimantan Timur, BMKG: Terbanyak di Kabupaten Berau
# Baca Juga :CUACA Kalsel Hari Ini Diprediksi Hujan, BMKG: Prakiraan Cuaca 33 Kota Besar di Indonesia
# Baca Juga :BMKG Predikdi Cuaca Kalsel Hujan Petir dan Angin Kencang, Sejumlah Provinsi Juga Ekstrem
“Embun es ini terjadi saat pagi hari sebelum matahari terbit di sekitar Bromo dan Ranu Pani,” kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan Hubungan Masyarakat Balai Besar TNBTS Syarif Hidayat, Senin (25/7/2022).
Syarif menyebutkan, penurunan suhu udara bahkan mencapai 6 hingga 2 derajat Celcius.
Adapun fenomena embun es terjadi setiap tahun pada rentang waktu Juli hingga Agustus.
“Seiring dengan fenomena ini, BB TNBTS mengimbau pengunjung mempersiapkan baju hangat yang memadai, seperti jaket dan sarung tangan. Kemudian makanan, minuman, dan obat-obatan untuk mengantisipasi kebutuhan fisik,” tutur dia.
Penjelasan BMKG
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso Edythya Ferlani Wua menjelaskan, memasuki musim kemarau, terjadi fenomena penurunan suhu hampir di seluruh wilayah Jawa Timur.
“Musim kemarau identik dengan hawa dingin karena angin timuran yang berasal dari Australia membawa udara dingin melewati Indonesia,” jelas Ferlani.
Biasanya, menurut Ferlani, suhu rendah umumnya berlangsung pada Juli hingga September.
“Suhu ini bisa jadi lebih dingin ketika bulan Agustus karena bulan Agustus diperkirakan puncak musim kemarau,” pungkasnya.
editor : NMD
sumber : kalimantanlive.com/kompas.com










