Usia Perinksa Tim Forensik, Komnas HAM Sebut Kasus Kematian Brigadir J Makin Terang

Oleh karena itu, hingga sekarang, Komnas HAM belum melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP).

Komnas HAM pilih fokus terhadap “bahasa luka” di jasad Brigadir J, sebelum mengembangkannya ke soal lain.

Bahasa luka menjadi bukti mentah untuk diuji secara mandiri oleh Komnas HAM, alih-alih mendasari penyelidikan pada konstruksi kasus pihak lain.

“Sampai hari ini kita belum ke TKP. Pernah enggak Komnas HAM mengikuti skenario polisi atau skenario orang lain? Kami mengikuti dari logika paling sederhana yaitu bahasa luka,” kata Anam.

Saat ini, kasus penembakan ini diproses sejumlah instansi. Polda Metro Jaya sedang mengembangkan konstruksi kasus di mana Brigadir J dituduh melakukan pelecehan kepada istri Sambo sebelum ditembak.

Sementara itu, Mabes Polri sedang mengembangkan konstruksi dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J sebagaimana dilaporkan pihak keluarga dan kuasa hukum.

“Kami bilang kami lakukan proses ini dengan skenario Komnas HAM sendiri. Kami punya logika sendiri, kami punya jalan sendiri. Dan kami bisa diuji barengan, bagaimana prosesnya,” ucap Anam.

“Tugas Komnas HAM membuat terang peristiwa ini. Kapan terjadi kematian, penembakan, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Namun, Anam belum bisa menyampaikan kesimpulan secara detail terkait kasus ini. Menurutnya, Komnas HAM bisa-bisa saja menarik kesimpulan saat ini, namun mereka menghormati kemungkinan ada temuan berbeda dalam proses lain yang sedang berjalan, seperti ekshumasi dan rencana otopsi ulang jenazah.

Periksa ajudan Sambo, jejak digital, hingga proyektil

Komnas HAM hari ini bakal memanggil 7 ajudan Sambo untuk mendalami kasus tewasnya Brigadir J. Ketujuh ajudan yang akan diperiksa itu termasuk Bharada E.

Selebihnya, Komnas HAM juga bakal beralih dari mendalami luka ke jejak digital terkait kasus penembakan Brigadir J.

“Mulai besok (hari ini), kami sudah mengembangkan agendanya kepada tema-tema yang lain, bisa siber, digital forensik, bisa macam-macam,” ujar Anam.

Sementara itu, Polri disebut telah berkomitmen untuk membuka akses pemeriksaan seluas-luasnya kepada Komnas HAM untuk mengusut kasus ini.

Ketika ditanya soal apakah Komnas HAM telah mendapatkan akses untuk memeriksa kamera pengawas/CCTV di sekitar kejadian, Anam tak memberikan tanggal pasti.

“Pada waktunya kami akan umumkan kapan kami akan periksa digital forensik,” ujar Anam.

Tim laboratorium forensik (labfor) juga segera dilibatkan untuk menganalisis jenis senjata api yang dipakai untuk menembak Brigadir J.

News Feed