Waspada Hujan Disertai Angin Kencang di Kalsel, BMKG: 24 Provinsi Alami Cuaca Ekstrem

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Begini kondisi cuaca di Kalimantan Selatan (Kalsel) hari ini, Selasa (26/7/2022).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat 7 wilayah di Kalsel mengalami hujan disertai petir dan angin kencang.

BMKG lewat bmkg.go.id, memprakirakan pontensi hujan sedang hingga lebat akan muncul pada malam dan dini hari.

# Baca Juga :19 Titik Panas Baru Ditemukan di Kalimantan Timur, BMKG: Terbanyak di Kabupaten Berau

# Baca Juga :CUACA Kalsel Hari Ini Diprediksi Hujan, BMKG: Prakiraan Cuaca 33 Kota Besar di Indonesia

# Baca Juga :BMKG Predikdi Cuaca Kalsel Hujan Petir dan Angin Kencang, Sejumlah Provinsi Juga Ekstrem

# Baca Juga :Cuaca Kalsel Kamis 21 Juli 2022, Hujan Disertai Petir, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem di 18 Provinsi

BMKG meminta waspada akan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada malam dan dini hari di wilayah Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tanahlaut, Tanahbumbu, Kotabaru, dan sekitarnya.

Ada pun cuaca Kalsel pada pagi hari nanti tulis BMKG, terpantau cerah hingga cerah berawan. Sementara pada siang hari hampir 13 kabupaten/kota Kalsel hujan ringan, kecuali Pelaihari, Tanah Laut.

Secara umum suhu udara berada pada kisaran antara 23 – 33 derajat celcius. Dan tingkat kelembaban udara antara 60-95 persen. Sedangkan, kecepatan angin diprakirakan mencapai 20 km/jam.

BMKG: 24 Wilayah Alami Cuaca Ekstrem

BMKG merilis prakiraan cuaca tersbeut melalui laman resminya bmkg.go.id.

Sejumlah wilayah di Indonesia mendapatkan peringatan dini.

Ada beberapa wilayah yang diperkirakan berpotensi mengalami cuaca ekstrem.

BMKG juga memberikan peta sebaran gambaran potensi gelombang tinggi untuk beberapa perairan di Indonesia.

Dilansir TribunWow.com dari BMKG, berikut rincian peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia:

BMKG mengatakan, sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu dan di Laut Cina Selatan yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Samudera Hindia barat Bengkulu, di pesisir barat Lampung, dan dan memanjang dari Selat Karimata hingga Laut Natuna.

Daerah konvergensi lainnya terpantau memanjang di Aceh, di Kep. Riau, dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Utara, di Kalimantan Timur, dari Perairan Sorong hingga Sulawesi Tenggara, dan di Papua.

Kemudian daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Samudera Hindia barat Bengkulu hingga selatan Jawa Barat dan di Laut Jawa bagian barat.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang:

Aceh

Sumatera Utara

Sumatera Barat