KALIMANTANLIVE.COM – Gempa bumi kuat dan besar mengguncang Filipina bagian utara pada Rabu (27/7/2022) pagi.
Sejumlah kerusakan dilaporkan, tetapi otoritas setempat belum mengumumkan adanya korban jiwa.
Badan Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs-Dost) mengatakan gempa bermagnitudo 7,3.
# Baca Juga :Usai Gempa M 5,2, 108 Gempa Bumi Susulan Guncang Malang dan Lumajang
# Baca Juga :Gempa Bumi Susulan M 6,0 Guncang Nias Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
# Baca Juga :Menebak Usia Kehamilan Lesti Kejora & Aurel, Dokter Kandungan Ivander Ungkap Fakta Istri Rizky Billar
# Baca Juga :Masjid Terbesar di Asia Tenggara Senilai Rp 130 Miliar Terbengkalai, Lahan Bermasalah & Dana Dikorupsi
Gempa yang dipicu pergerakan patahan lokal pada kedalaman 25 kilometer (15 mil) itu, oleh Phivolcs disebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Sementara itu Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) melaporkan pusat gempa terletak dua kilometer dari barat daya Kota Lagangilang, Abra, dengan kedalaman 25 km.
“Ini adalah gempa besar. [Gempa] yang lebih besar dari Magnitudo 7 dapat menghancurkan,” kata Kepala Phivolcs, Renato Solidum, dikutip dari CNN Filipina.
Sejauh ini, masih belum dilaporkan korban tewas akibat gempa tersebut.
Sebagaimana diberitakan Inquirer, sebuah tembok dan bangunan di area penduduk di Kota San Isidro, Abra, rusak imbas gempa ini. Gangguan listrik juga dilaporkan di area tersebut dan Kota Laoag, Ilocos Norte.
Sementara itu, pegawai di Menara One West, Provinsi Pampanga, turut berlari untuk menyelamatkan diri dari gempa.
Gubernur Pampanga, Dennis Pineda, juga mengimbau warga provinsi itu untuk waspada terhadap gempa susulan. Sejumlah pejabat penanganan bencana juga tengah memantau area lain untuk mengetahui kerusakan yang terjadi.
Tak hanya di Abra, gempa juga terasa hingga ke Metro Manila. Transportasi umum Filipina, seperti MRT, kereta api, dan LRT turut mengumumkan penangguhan layanan.
Penangguhan itu dilakukan untuk mengecek keamanan layanan setelah gempa.
Gempa juga dilaporkan terjadi di Dolores, dengan masyarakat merasakan kekuatan penuh gempa.
Menurut keterangan pejabat kepolisian Edwin Sergio, bangunan dan kaca di pasar lokal wilayah itu juga mengalami kerusakan.
“Gempa sangat kuat,” kata Sergio. Ia juga mengatakan sejumlah kerusakan kecil terjadi di kantor polisi, dikutip dari AFP.
editor : NMD
sumber : Kalimantanlive.com/CNN Indonesia










