Sementara sirkulasi siklonik berada di Kalimantan Barat dan Selat Makassar yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Laut China Selatan, dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur, di pesisir barat Sulawesi, dan di Sulawesi bagian tengah.
Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.
editor : NMD
sumber : kalimantanlive.com/BMKG










