Ajudan Masih Tertawa
Choirul Anam turut membeberkan kondisi para ajudan Sambo sebelum insiden nahas itu terjadi. Ia mengatakan kondisi ajudan tak tegang dan masih bercanda tawa sebelum hari peristiwa itu terjadi.
“Beberapa orang yang ikut dalam forum itu ngomongnya memang tertawa. Itu yang kami tanya. Jadi kami lihat spektrum bagaimana kondisinya,” kata Anam.
Komnas HAM juga sempat meminta Bharada E diminta menggambar posisi tewasnya Brigadir J di Rumah Dinas Irjen Sambo.
“Bahkan kami suruh minta menggambar posisi-posisinya,” kata Anam.
Anam mengatakan Bharada E ditanya tentang peristiwa sehari sebelum Brigadir J meninggal dunia. Komnas HAM juga menanyakan kondisi para ajudan sebelum kejadian itu terjadi.
“Kedua, kami juga dalami spektrum sebelum hari-H, sebelum Jumat itu kami tarik ke belakang. Kami tanya semua apa yang terjadi, bagaimana peristiwanya, bahkan kondisinya kaya apa, itu salah satu yang penting,” katanya.
Ini Penjelasan Bharada E
Choirul Anam mengatakan Bharada E menjelaskan secara detail terkait peristiwa penembakan terhadap Brigadir J.
“Sepanjang yang kami periksa, Bharada E menjelaskan banyak hal salah satunya adalah soal menembak,” kata Anam.
Meski demikian, Anam tidak menanggapi saat ditanyai terkait dugaan Bharada E sebagai penembak. Ia hanya memastikan Bharada E berada dalam struktur peristiwa tersebut.
“Tadi, makanya tadi panjang sekali proses permintaan keterangannya, karena jawabannya deskriptif. Jadi kalau minta kesimpulan dan sebagainya kami belum bisa menyimpulkan karena jawabannya kami meminta deskriptif,” ujarnya.
Selain keterangan ajudan Irjen Sambo, Komnas HAM sudah meminta keterangan dari pihak keluarga, ahli, dan memanggil tim forensik Polri yang mengotopsi jasad Brigadir J pada Senin (25/7).
Berdasarkan bukti yang telah dikumpulkan saat ini, Anam berkata Komnas HAM telah sampai pada dugaan yang kian mengerucut soal waktu kematian dan jenis luka Brigadir J.
“Kalau soal luka, pertama kami melihat secara kapan jenazah masuk dan mulai diotopsi, itu penting untuk menentukan kurang-lebih titik jam kematian kapan,” ujar Anam.
editor : NMD
sumber : Kalimantanlive.com/CNN Indonesia









