Seorang Polisi Tergeletak Depan Pintu, Kapolresta Palangkaraya: Ditemukan Bekas Jeratan Tali pada Leher

PALANGKARAYA, KALIMANTANLIVE.COM – Warga Jalan Veteran, Pahandut, Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kaget mendengar teriakan seorang perempuan, Selasa (26/7/2022).

Warga yang sebelumnya terlelap tidur, bergegas mendatangi sumber suara tersebut.

Teriakan itu terdengar sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, sehingga warga baru bangun berupaya memberi bantuan semampunya.

# Baca Juga :IMPOSSIBLE! Menang 59-1 Diwarnai 41 Gol Bunuh Diri, Klub Afrika Selatan Ini Dihukum Seumur Hidup

# Baca Juga :HASIL Italia Vs Hongaria UEFA Nations League: Gli Azzurri Menang 2-1 Meski Diwarnai Gol Bunuh Diri

# Baca Juga :DERETAN Negara Peserta Piala Dunia 2022: Gol Bunuh Diri Bawa Wales Akhiri Penantian 64 Tahun

# Baca Juga :4 Alasan Singapura Tolak Ustaz Abdul Somad, dari Bom Bunuh Diri hingga Soal Jin Kafir

Setelah tiba di lokasi suara, warga yang juga tetangga mendapati seorang lelaki yang belakangan diketahui berinisial ER dalam keadaan tergeletak di lantai di dekat pintu.

Penuturan Yohardi, warga setempat, perempuan itu meminta tolong para tetangga untuk membawa ER ke rumah sakit.

“Istrinya yang memutus tali yang mengikat pada leher dan ventilasi, kemudian meminta untuk dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Yohardi, dirinya bersama yang lain segera membawa ke Rumah Sakit Siloam Palangkaraya.

“Saya mengantarkan ke rumah sakit karena istrinya bilang masih ada denyut nadi,” imbuhnya.

Namun kemudian, petugas rumah sakit menyatakan ER sudah meninggal dunia.

Diketahui, almarhum berinisial ER baru 3 hari tempati rumah tersebut dan merupakan seorang anggota polisi berpangkat Ipda yang bertugas di Polda Kalteng.

Kapolresta Palangkaraya Kombes Pol Budi Santosa membenarkan kejadian itu. “Dari penemuan tersebut, kita sudah periksa saksi dan tetangga yang membantu mengantarkan korban ke rumah sakit,” ucapnya.

Anggotanya telah melaksanakan pemeriksaan di tempat kejadian, meminta keterangan saksi dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk dilakukan visum.

Berdasarkan hasil visum et repertum dan keterangan dari dokter forensik yang bertugas, ditemukan bekas jeratan tali pada leher almarhum.

“Jeratan tersebut sebagai bukti bunuh diri. Kemudian, tidak ditemukan luka lain pada tubuh,” ungkapnya.

Masih kata Kombes Pol Budi, tak ada indikasi kekerasan atau tindak pidana lainnya.

Meskipun telah dilakukan visum et repertum, pihak keluarga menolak jenazah almarhum untuk autopsi. “Untuk motif korban bunuh diri, masih didalami,” imbuh Kombes Pol Budi.