“Kemudian besarnya tegangan itu melampaui batas elastisitas batuan sehingga patah bergeser dengan tiba-tiba,” ujar Daryono kepada CNNIndonesia.com lewat pesan singkat, Januari 2022.
Kemudian tegangan itu kata Daryono disertai pancaran gelombang gempa. Di sinilah energi yang terakumulasi itu terlepas sehingga menjadi gempa besar.
Lebih lanjut Daryono mengatakan faktor penyebab terjadinya gempa megathrust. Menurut dia hal itu akibat dorongan antar lempeng, tumbukan lempeng raksasa dan memicu gempa besar.
Di samping itu Daryono juga berharap wilayah yang berpotensi gempa bumi M 8,7 dan tsunami 10 meter di Cilacap, harus menggencarkan sosialisasi dan menguatkan literasi mitigasi gempa dan tsunami.
Editor : NMD/kalimantanlive.com










