KEDIRI, KALIMANTANLIVE.COM – Kapan kematian itu akan datang? Tidak ada yang bisa memastikan kapan tepatnya seseorang akan meninggal, tidak ada sumber yang valid untuk menjelaskan hal tersebut. Pasalnya, kematian merupakan rahasia Allah SWT.
Seperti seorang muslim bernama Sugiatno (58), warga Dusun Muning, Desa Selodono, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Istimewanya, pria yang dikenal baik ini meninggal dunia saat sedang mengumandangkan azan.
# Baca Juga :Otak Penembakan Istri TNI Ditemukan Tewas, Kapolres Kendal: Kopda Muslimin Meninggal di Rumah Orangtuanya
# Baca Juga :Geger, Warga Gang Baru Kertak Hanyar Kabupaten Banjar Ditemukan Meninggal Dalam Rumah, Diduga Kesetrum
# Baca Juga :Pilot Pesawat Citilink Mendadak Meninggal, Mendarat Darurat di Bandara Juanda Surabaya
# Baca Juga :Ivana Trump, Istri Pertama Donald Trump Meninggal Dunia di New York
Seperti dikutip di kompas.com, peristiwa terjadi saat korban melantunkan azan Isya di musala Al-Falah Dusun Muning pada Sabtu (30/7/2022) sekitar pukul 19.00 WIB.
Kepala Desa Selodono Suyono mengatakan, korban dalam kesehariannya merupakan pribadi yang baik dan termasuk berjiwa sosial yang tinggi.
“Orangnya supel. Dia punya bengkel dengan beberapa anak buah,” ujar Suyono dikonfirmasi Kompas.com, Senin (1/8/2022).
Selama ini korban memang kerap menjadi muazin di musala Al-Falah yang berada sekitar 100 meter dari rumahnya tersebut.
Begitu juga pada hari kejadian, kata Suyono, saat itu korban dan warga lainnya baru saja menggelar kondangan selamatan memperingati masuknya bulan Suro atau tahun baru Hijriah.
“Waktu itu baru saja ada baritan suro di sana,” ujar Suyono.
Selepas kegiatan itu, korban segera datang ke musala untuk menunaikan tugasnya sebagai muazin.
Namun rupanya itu merupakan azan terakhir yang dikumandangkan Sugiatno. Sebab, dia meninggal dunia ketika tengah melantunkan azan.
Mengeluh Sakit di dada
Menurut hasil pemeriksaan polisi, Sugiatno meninggal karena sakit jantung.
Suyono mengungkapkan, siang sebelum kejadian itu korban juga masih beraktivitas di bengkel seperti biasa.
Hanya saja korban sempat mengeluhkan sakit di dadanya dan disampaikannya kepada warga saat bertemu di warung kopi.
Kemudian, pada sore hari, korban tiba-tiba menolak seorang pelanggan yang hendak menyerviskan motornya.
“Sampean cari (bengkel) lainnya ya, maaf, kelihatannya aku engko wis gak nutut (tafsiran bebas: nanti sudah gak bisa),” ujar Suyono menirukan ucapan korban kepada pelanggannya itu.







