Cuaca Kalsel Hari Ini, 5 Kawasan Hujan Petir, BMKG Rilis Peringatan Dini Seluruh Indonesia

KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem hari ini, Selasa (2/8/2022).

Sejumlah kawasan di Provinsi Kalimantan Selatan kembali diprakirakan diancam hujan petir hari ini.

Berdasarkan prakiraan BMKG, secara umum pagi hari di semua kawasan akan dibuka dengan cuaca cerah berawan.

# Baca Juga :Kalsel Diprediksi Hujan Ringan, BMKG Rilis Cuaca di 33 Kota di Indonesia, Senin 1 Agustus 2022

# Baca Juga :Cuaca Kalsel Jumat 29 Juli 2022 Diprediksi Cerah, BMKG: Sejumlah Provinsi Cuaca Ekstrem

# Baca Juga :Begin Cuaca Kalsel dan 19 Provinsi Lainnya, BMKG: Berpotensi Hujan Lebat, Petir dan Angin

# Baca Juga :Waspada Hujan Disertai Angin Kencang di Kalsel, BMKG: 24 Provinsi Alami Cuaca Ekstrem

Sedang hujan ringan terjadi di kawasan pesisir, seperti di Kabupaten Tanahbumbu dan Kotabaru.

Namun memasuki siang hari cuaca mulai berubah hujan petir, terjadi di Kota Banjarmasin, Tanahbumbu, Kotabaru, Baritokuala dan Kabupaten Banjar.

Situasi itu berlangsung antara pukul 14.00 hingga 15.00 dengan kecepatan angin sekitar 20 kilometer per jam dari arah tenggara.

Hujan juga turun di Kota Banjarbaru dan Tanahlaut. Sedangkan hujan ringan terjadi Tapin dan Hulu Sungai Utara.

Kondisi hujan tidak berlanjut hingga malam hari dengan mayoritas cuaca di Kalsel cerah berawan hingga dini hari.

Sementara suhu udara sejak siang sampai dini hari mencapai 24 hingga 30 derajat celcius.

Sedangkan kelembaban antara 70 hingga 95 persen.

BMKG : Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG sebut waspada wilayah Banten dan Jawa Tengah berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Dikutip di tribunnews.com dari laman resmi BMKG, sirkulasi siklonik terpantau di Selat Karimata yang membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di perairan sebelah timur Lampung.

Daerah konvergensi lainnya memanjang di Aceh, di Sumatera Utara, di Sumatera Barat, di Bengkulu, di Selat Karimata, di Laut Natuna, dari Laut Jawa hingga Sumatera Selatan, dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Utara, di Kalimantan Selatan, di Jawa Timur, di perairan sebelah selatan NTB-NTT, di Kalimantan Utara, dari Sulawesi Tenggara hingga Selat Makassar, di Maluku, di Maluku Utara dan dari Papua hingga Papua Barat serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera dan di Laut Natuna.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.