KALIMANTANLIVE.COM – Penyakit monkeypox atau cacar monyet yang tengah mewabah menjadi ancaman baru.
WHO telah menetapkan penyakit ini sebagai darurat kesehatan global.
Meski begitu, masih banyak orang yang menyepelekan penyakit ini. Seperti kasus penemuan pasien cacar monyet yang terjadi di Spanyol.
# Baca Juga :Kasus Pertama Cacar Monyet Ditemukan dari Seorang Pria Nigeria di Phuket Thailand
# Baca Juga :Satu Pasien Meninggal, Puluhan Kasus Cacar Monyet Bermunculan di Nigeria
# Baca Juga :Cacar Monyet Menyebar di Eropa, Belanda Konfirmasi Kasus Pertama
# Baca Juga :Fakta dan Jumlah Negara yang Melaporkan Serangan Virus Cacar Monyet, Simak Cara Pencegahannya
Seorang dokter asal Spanyol menemukan pasien monkeypox yang sedang berkeliaran di kereta. Ia melihat pria tersebut tengah menaiki kereta meski memiliki banyak ruam pada kulitnya.
Sementara India seperti dikutip di kompas.com lebih parah lagi. Negara ini melaporkan kasus kematian akibat cacar monyet pertama pada Senin (1/8/2022).
Laporan India ini menjadi kasus kematian pertama cacar monyet di Asia, sekaligus kematian keempat di luar Afrika yang dilaporkan secara global.
Dilansir dari BBC, Senin (1/8/2022), pasien meninggal merupakan pria berusia 22 tahun.
Pria tersebut meninggal pada Sabtu (30/8/2022), usai melakukan perjalanan ke Uni Emirat Arab (UEA).
Menteri Kesehatan negara bagian Kerala, Veena George mengatakan, pasien meninggal telah melakukan tes cacar monyet dan mendapat hasil positif di UEA pada 19 Juli 2022 sebelum kembali ke India.
Namun, pihak keluarga baru memberitahu hasil positif kepada petugas kesehatan pada Sabtu, 30 Juli 2022.
Demam tetapi tak ada ruam
Diberitakan Reuters (1/8/2022), pria muda ini sampai di Kerala, India pada Kamis, 21 Juli 2022.
Akan tetapi, baru mengunjungi rumah sakit setelah mengalami kelelahan dan demam pada Selasa, 26 Juli 2022.
Saat di rumah sakit, tepatnya pada 27 Juli 2022, George mengatakan bahwa pria ini mengalami pembengkakan kelenjar getah bening.
Tidak ada ruam di tubuh yang bersangkutan membuat dokter tidak mencurigai bahwa pasien yang mereka tangani menderita cacar monyet.
Apalagi saat itu, keluarganya tidak memberitahu soal hasil tes positif cacar monyet di UEA.
“Kondisinya, bagaimanapun dengan cepat cepat memburuk di rumah sakit, dan dia menggunakan bantuan ventilator (alat bantu pernapasan) sebelum meninggal,” tutur George.







