Akhirnya, sampel pria ini pun dikirim ke National Institute of Virology dan barulah terkonfirmasi terserang cacar monyet pada Senin, 1 Agustus 2022.
Kontak erat lakukan isolasi
George mengatakan, sebanyak 20 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien meninggal kini masuk kategori “berisiko tinggi” dan tengah menjalani isolasi.
Kontak erat tersebut termasuk keluarga, teman, dan sembilan orang yang baru-baru ini bermain sepak bola dengan pasien.
Selain itu, para penumpang yang berada dalam satu penerbangan dari UEA ke Kerala, India bersama pasien, juga telah dihubungi.
Namun menurut George, tak ada alasan khawatir lantaran mereka tak melakukan kontak dekat dengan pasien meninggal pertama di Asia ini.
India menyusul Brasil dan Spanyol
Diberitakan sebelumnya, Brasil dan Spanyol merupakan negara pertama yang melaporkan kasus kematian akibat cacar monyet di luar Afirka.
Dikutip dari Kompas.com (31/7/2022), Brasil melaporkan kematian cacar monyet pada Jumat (29/7/2022).
Tak lama, Spanyol turut melaporkan kasus kematian pada Jumat (29/7/2022) dan Sabtu (30/7/2022).
Kementerian Kesehatan Brasil mengumumkan, pasien cacar monyet yang meninggal adalah pria berusia 41 tahun dengan komorbid dari Kota Belo Horizonte.
Sebelum meninggal pada Kamis (28/7/2022), pria tersebut menderita limfoma atau kanker kelenjar getah bening dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Sementara itu di Spanyol, kasus kematian pertama terjadi pada pasien ensefalitis atau radang otak di wilayah timur laut Valencia.
Adapun, otoritas setempat tidak menjelaskan secara rinci terkait kasus kematian kedua di negara ini.
Risiko cacar monyet rendah
Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox dari genus Orthopoxvirus.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang yang terkena cacar monyet akan muncul gejala seperti demam, ruam, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Infeksi dan risiko penyakit cacar monyet terhadap populasi umum cenderung rendah. Bahkan dari kebanyakan kasus, gejala cacar monyet akan hilang sendiri dalam beberapa minggu.
Meski demikian, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi medis bahkan kematian di beberapa orang.
Komplikasi dari cacar monyet termasuk infeksi kulit sekunder, pneumonia atau radang paru-paru, kebingungan, dan gangguan pada mata.
Editor : NMD/Kalimantanlive.com









