PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Banjir yang menggenang di sebagian wilayah di Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan sudah berdampak pada dunia pendidikan di daerah itu.
Seperti di Dusun 5 Desa Bukitmulya, Kecamatan Kintap, Tala, Kalimantan Selatan, banjir telah berdampak dari banyaknya bocah yang tidak masuk sekolah.
Pasalnya air menggenang di sejumlah titik di jalan lingkungan di wilayah Bukitmulya.
# Baca Juga :Saluran Air Jadi Biang Kerok Banjir di Kotabaru, Komisi I DPRD: APBD 2023 Masukan Soal Banjir
# Baca Juga :Hujan Lebat Guyur Kotabrau, Sejumlah Kawasan Banjir, Ketinggian Air Hingga Pinggang Orang Dewasa
# Baca Juga :Ganja Dilegalkan di Thailand hingga Dicampur ke Makanan, UGD Kebanjiran Pasien
# Baca Juga :Pedagang di Jalan Jafri Zam-zam Banjarmasin Keluhkan Banjir Rob, Perjualan Menurun
Namun, menurut warga Bukitmulya, seperti dikutip di banjarmasinpost.co.id, Selasa (2/8/2022), saat ini genangan air di Dusun 5 telah berangsur-angsur surut dan jalan sudah bisa dilintasi kendaraan bermotor.
Bahkan saat ini, Jalan menuju SDN Bukitmulya 3 di sekitar Pondok 1 juga telah bisa dilewati.
Bus angkutan pelajar yang dioperasionalkan perusahaan perkebunan sawit di wilayah juga sudah bisa melintas di jalan itu.
Salah seorang guru SDN Bukitmulya 3, Ali Akbar, menuturkan aktivitas belajar mengajar sempat tersendat beberapa hari akibat kondisi jalan menuju gedung sekolah yang kebanjiran beberapa hari lalu.
Pelajar SD setempat sekitar tiga hari tak bisa velajar.
Sedangkan pelajar SMP dan SMA setempat sekitar lima hari tak bisa belajar karena sekolah berada jauh di desa tetangga, sementara jalan ke luar dusun tenggelam.
Ia mengaku cukup sedih melihat kondisi tersebut.
Dirinya berharap pemerintah maupun kalangan penambang di wilayah Bukitmulya bergerak cepat mengatasi agar hal serupa tak terulang lagi.
“Saya selaku guru sangat kasihan melihat anak-anak tak bisa sekolah saat banjir dalam kemarin,” ucapnya.
Dikatakannya, keberadaan lingkungan di Dusun 5 tak cuma menjadi akses penting bagi pelajar menuju gedung sekolah.
Lebih dari itu juga menjadi akses penting bagi sejumlah warga untuk menuju tempat bekerja.
“Semoga penanganannya berlangsung lancar karena hari ini cuaca cukup cerah. Semoga bisa segera normal seperti semula. Anak-anak bisa sekolah secara lancar dan warga juga bisa lancar mencari nafkah secara lancar pula,” jelas Ali Akbar.
Menurut Ali, selama belasan tahun tinggal di Dusun 5, baru kali ini jalan lingkungan setempat kebanjiran cukup dalam hingga bus angkutan pelajar tak bisa lewat.







