BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor menekankan pentingnya kesuksesan penyelenggaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXIX Oktober 2022 mendatang.
Hal ini disampaikan Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin saat apel gabungan di halaman kantor Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru Senin (1/8/2022) pagi.
“Pada MTQ Nasional ini, saya tekankan untuk tiga sukses yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses administrasi pertanggungjawaban,” katanya.
# Baca Juga :Tinggal 2 Bulan, Pemprov Kalsel Belum Tunjuk EO MTQ Nasional 2022, Roy: Persiapan Lelang
# Baca Juga :Kalahkan Juara Tahun Lalu, Kecamatan Cempaka Juara Umum MTQ Ke-XVIII Kota Banjarbaru
# Baca Juga :Sempat Diguyur Hujan, Wali Kota Tetap Buka MTQ Ke-XVIII Tingkat Kota Banjarbaru
# Baca Juga :Terungkap di Technical Meeting, 224 Peserta Semarakan MTQ Kota Banjarbaru
Menurut Paman Birin, pada Oktober Kalsel akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXIX Kalsel. “Saya ingin agar MTQ yang diadakan di Kalsel ini dapat berjalan dengan baik dan sukses. kerja sama antar SKPD harus solid mengingat kita akan menjamu tamu-tamu dari seluruh daerah di indonesia,” katanya.
Menjelang MTQ tersebut, Pemprov Kalsel mulai berbenah dan melakukan perbaikan akses menuju Kiram Park di Kabupaten Banjar salahsatu lokasi panggung MTQ.
Dinas PUPR Kalsel telah mengalokasikan anggaran sebanyak Rp3 miliar guna untuk pemeliharaan jalan. Seperti menambal titik-titik yang rusak.
“Dari Gunung Kupang menuju Kiram, di mana panggung utama dilaksanakannya MTQ nanti,” kata Plt Kadis PUPR Kalsel, Ahmad Solhan seperti dikutip di apahabar.com, Selasa (8/2/2022).
Termasuk kawasan Martapura Lama, lantaran jalan tersebut juga menjadi akses para peserta menuju kiram.
Perawatan juga dilakukan di sepanjang Jalan Trikora Banjarbaru dan ditarget rampung, sebelum Oktober 2022.
Selain itu, pihaknya juga bakal mengganti jembatan rusak di Mandiangin, Kabupaten Banjar.
Ditambahkan Kabid Bina Marga pada PUPR Kalsel, Yasin Toyib, pengerjaan jembatan tersebut kini hampir rampung.
“Tinggal pemasangan lantainya saja,” ujarnya.
Dengan panjang 20 meter dan lebar 6 meter, anggaran pembangunan jembatan ini sebesar Rp3,6 miliar.
Sementara ini pengendara roda empat yang ingin menuju objek wisata Tahura Sultan Adam tidak diperkenankan melewati jalur tersebut, terkecuali roda dua.
“Sementara hanya bisa melewati jalur Gunung Kupang-Kiram-Mandiangin,” tutupnya.
Editor : NMD/Kalimantanlive.com







