BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Persoalan jalur khusus BBM bersubsidi yang berujung aksi demo massa ALFI, Askindo dan Organda Kalsel di Banjarmasin beberapa waktu lalu, bakal segera teratasi.
Solusi masalah jalur khusus BBM bersubsidi didapat setelah perwakilan sopir yang tergabung di dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda), Asosiasi Kontraktor Seluruh Indonesia (Askindo), dan Asosiasi Logistik Forwarding Indonesia (ALFI), bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin dan Pertamin menggelar audiensi, Rabu (3/8/2022).
Audiensi tiga asosiasi angkutan tersebut untuk membahas jalur Khusus BBM Subsidi yang dipermasalahkan hingga berujung aksi unjuk rasa dalam dua pekan terakhir. Pertemuan berlangsung di ruangan Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin).
BACA JUGA: Wali Kota Ibnu Sina Setuju Tuntutan Organda Kalsel Kembalikan Jalur Khusus BBM Bersubsidi
BACA JUGA :
Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Hadir di Tengah Aksi Demo ALFI Kalsel, Ajak Massa Buka Forum Diskusi
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Banjarmasin, Doyo Pudjadi menyampaikan, bahwa hasil dari pertemuan rapat pihaknya sudah menemukan solusi di antara ketiga pihak angkutan.
“Organda, Askindo, dan ALFI. Rapat ini merupakan susulan dari aksi-aksi yang dipermasalahkan, dan ini usulan dari Walikota. Dari hasil rapat, diketahui BBM pihak Organda sudah mencukupi, sedangkan untuk ALFI dan Askindo masih kurang,” ujarnya.

Terkait fakta tersebut, Doyo mengatakan, pihak Pemkot bersama dengan Pertamina sudah menemukan solusi untuk mengatasi masalahnya.
“Dari kuota BBM yang ada di luar jalur yang dianggap kurang efektif untuk angkutan logistik, maka kouta solar subsidinya bisa geser ke wilayah itu. Maka ada penambahan Kuota di antara itu,” katanya.







