WASPADA! Anak SD di Ciamis Tewas Setelah Ponselnya Meledak

KALIMANTANLIVE.COM – Seorang ibu di Ciamis, Jawa Barat meninggalkan putranya yang sedang main handphone sambil dicas.

Namun saat ia kembali, sang ibu kaget dan syok karena anaknya telungkup tak bergerak.

Hp yang sedang dimainkan anak itu ternyata meledak dan berakibat tewasnya si bocah.

Bocah tersebut adalah siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ciamis bernama Ikmal Hamdan Maulida (9).

Tragisnya, bocah kelas 3 SD itu ditemukan ibunya dengan kondisi luka bakar pada bagian dadanya.

# Baca Juga :Baterai Skuter Listrik Meledak saat Diisi Ulang, Pengendara Tewas Mengenaskan

# Baca Juga :Terdengar Motor Meledak, Ayah dan Anak Tewas Terpanggang saat Api Melalap Rumah Kontrakan di Depok

# Baca Juga :VIRAL Ponsel Rp17 Juta Xiaomi Mi Ultra 11 ‘Meledak’ saat Edit Video, Jadi Ajang Keluhan Netizen

# Baca Juga :Video CCTV Detik-detik Halaman Freedom Square di Kharkiv Ukraina Meledak Dihantam Rudal Rusia

Kabar nahas meninggalnya bocah tersebut dibenarkan Ketua Tagana Kabupaten Ciamis, Ade Waluya.

Ade mengatakan, pihaknya telah menerima laporan ada seorang anak SD di Kecamatan Rancah meninggal dunia terkena percikan api dari HP yang meledak saat diisi daya.

“Kami telah menerima laporan kejadian tersebut. Korban mengalami luka di bagian dadanya,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (4/8/2022).

Setelah mendapatkan laporan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Adapun identitas korban adalah anak dari pasangan Dayat dan Rinawati, warga RT 02 RW 07 Desa Kiarapayung, Rancah.

Informasi yang dihimpun berdasarkan keterangan orang tuanya, anak itu pulang dari sekolahnya. Kemudian, sang anak mengisi ponsel miliknya sambil memainkannya dengan posisi tiduran.

Pada saat itu korban Rinawati keluar pergi ke warung untuk membeli makanan. Setelah setengah jam berlalu, Rinawati kembali ke rumahnya dan memanggil sang anak.

Namun, Ilham tidak menyahut panggilannya. Rina pun langsung mencari keberadaan anaknya.

“Ketika masuk rumah, Rinawati melihat anaknya yang tertidur dengan posisi tertelungkup. Saat coba dibangunkan, anak itu tidak bangun,” kata Kepala Desa Kiarapayung, Dedi.

Ketika Rinawati membalikkan tubuh anaknya, ponsel sang anak sudah berantakan. Bagian dada anaknya pun terdapat luka.

“Saat itu juga Rinawati langsung histeris melihat anaknya yang sudah meninggal dunia. Pada bagian dada ada luka besar seukuran telapak tangan,” ujar Dedi.

Dedi menduga Ilham meninggal dunia karena ponselnya meledak. Sebab baterai ponsel berantakan, namun untuk kabel charger masih utuh.

“Atas kejadian ini, kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih hati-hati lagi dalam menggunakan ponsel, jangan menggunakan ponsel ketika lagi mengisi baterai,” ujarnya.

Editor : NMD/Kalimantanlive.com