BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel melaksanakan Rapat Persiapan Tim Penguji Kompetensi JFK di Banjarmasin, Jumat (5/8/2022).
Rapat digelar guna kegiatan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan (JFK) Periode Il Agustus/September 2022,
Menurut Kepala Dinkes Kalsel, Diauddin, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan uji kompetensi JFK, karena tidak semua provinsi yang dapat melaksanakan uji kompetensi tersebut.
# Baca Juga :Tingkatkan Inovasi Industri Perbengkelan, Pemprov Kalsel Gelar Lomba Desain Mesin TTG
# Baca Juga :Efisiensi Pemeliharaan dan Tempat Penyimpanan, Pemprov Kalsel Musnahkan 3.090 Arsip
# Baca Juga :Turnament Basket Kapolresta Cup 2022, Pemprov Kalsel Harap Tingkatkan Perkembangan Olahraga
# Baca Juga :Tinggal 2 Bulan, Pemprov Kalsel Belum Tunjuk EO MTQ Nasional 2022, Roy: Persiapan Lelang
“Kalsel sudah selesai mengikuti uji kompetensi dan sukses. Tentunya kedepan kita akan tetap melakukan evaluasi dan perbaikan agar lebih baik lagi,” kata Diaudddin.
Diauddin menyampaikan, hal ini bertujuan untuk mempermudah uji profesi para tenaga kesehatan dengan tetap berpegang pada kaidah profesional.
“Kami sepakat untuk membangun serta memotivasi kegiatan SDM Peningkatan Mutu Kesehatan,” ucap Diauddin.
Menurut Diauddin, berdasarkan data Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK) dari SISDMK.KEMKES.GO.ID pada (30/5) di Provinsi Kalsel tercatat jumlah SDM kesehatan sebanyak 34.936 orang, terdiri dari ASN sebanyak 14.608 orang dan Non ASN sebanyak 20.328 orang, jumlah tenaga kesehatan yang aktif sejumlah 25.673, dan yang memiliki STR sebanyak 20.435, jumlah tenaga kesehatan yang memiliki SIP sebanyak 16.236, jumlah masa aktif STR kurang dari 6 bulan sebanyak 7, dan jumlah STR kedaluwarsa sebanyak 4.615.
“Dari data tenaga kesehatan tersebut, masih ada tenaga kesehatan yang belum memiliki STR, menandakan tenaga kesehatan tersebut belum tercatat secara keabsahannya sebagai tenaga kesehatan yang kompeten. Sedangkan pembangunan di bidang kesehatan harus betul-betul dilaksanakan tenaga kesehatan yang bermutu dan profesional,” kata Diauddin.
Diauddin berharap, semua yang terlibat dalam rapat tersebut dapat terus meningkatkan kualitas program pengembangan keprofesian, baik pengetahuan, keterampilan maupun sikapnya, dalam membangun kesehatan terutama di wilayah Kalsel. (*/kalimantanlive.com)
editor : NMD
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










