Bayi Meninggal Setelah Dibawa Naik Motor, Ini Bahayanya yang Wajib Diketahui Orangtua

kalimantanlive.com – Beberapa hari ini viral berita tentang meninggalnya bayi berusia 6 bulan usai diajak orangtuanya motoran Tegal-Surabaya.

Banyak yang menyayangkan dan menyalahkan orangtua bayi karena nekat mengajak sang buah hati naik motor Tegal (Jawa Tengah) menuju Surabaya (Jawa Timur).

Dokter Spesialis Anak National Hospital Surabaya dr. Benny Herlianto, SpA, menuturkan, mengajak bayi untuk naik motor tidak dianjurkan.

Pasalnya, bayi masih belum dapat menggunakan alat keselamatan seperti helm sehingga berbahaya untuk keselamatan si kecil.

“Selain itu bayi belum dapat mengenakan masker sehingga asap debu dan virus bebas masuk pada saat si kecil dalam perjalanan,” ujarnya dikutip dari kumparan, Selasa (9/8).

Lebih lanjut dikatakan Benny, pada perjalanan dengan durasi panjang bayi dapat mengalami kelelahan, dan juga dapat mengalami dehidrasi.

Pada cuaca panas bayi dapat mengalami heat stroke, sebaliknya pada cuaca dingin dapat mengalami hipotermia.

Risiko lainnya yang dapat terjadi pada bayi adalah hipotermia atau kedinginan.

“Mungkin saja terjadi (hipotermia) karena pada saat malam hari memang suhu udara lebih dingin, belum lagi terkena angin saat berkendara,” tandasnya.

Dijelaskan Benny, gejala awal hipotermia adalah kaki dan tangan teraba dingin, kemudian diikuti seluruh tubuh yang dingin, badan lemas, anak merintih, lemas, dan malas menyusu.

“Apabila hipotermia tidak ditangani dengan baik maka dapat membahayakan nyawa,” tegasnya.

Adapun langkah awal penanganan bayi yang terkena hipotermia, seperti dikatakan Benny, yakni hentikan berkendara, kemudian pindahkan bayi ke ruangan yang hangat.

“Ganti pakaian bayi dengan pakaian hangat disertai topi, susui sesering mungkin, dan sebisa mungkin kontak kulit ke kulit,” tukasnya.

Editor: M Khaitami
Sumber: Kumparan