Di lini pertahanan, Muhammad Iqbal Gwijangge juga bisa kembali diberi tanggung jawab penuh. Kepercayaan Bima Sakti memberi ban kapten kepada bek 16 tahun itu dibayar dengan kepemimpinan yang solid.
Namun Myanmar tidak bisa dianggap remeh karena memiliki kerja sama tim yang apik. Itu terbukti karena seluruh lima gol Myanmar dicetak oleh lima pemain yang berbeda.
Hal tersebut membuat Bima Sakti harus menjaga ketat setiap pergerakan pemain Myanmar. Bukan tak mungkin pemain Myanmar bakal memberi kejutan seperti yang sudah dilakukan di babak penyisihan.
Garuda Pernah Gilas Myanmar 5-0
Indonesia akan menghadapi Myanmar pada pertandingan semifinal Piala AFF U-16 2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (10/8) malam.
Namun sebelum laga tersebut Indonesia punya kenangan bagus lantaran pernah menaklukkan Myanmar dengan skor 5-0 pada Piala AFF U-16 edisi sebelumnya.
Momen Indonesia gilas Myanmar 5-0 itu terjadi pada Piala AFF U-16 2019.
Saat itu Indonesia yang juga dilatih Bima Sakti sukses mengalahkan Myanmar pada laga pemungkas Grup A di Stadion Kampus Chonburi, Chonburi, pada 4 Agustus 2019.
Lima gol Indonesia ke gawang Myanmar dicetak lewat lesakkan dua gol Mochammad Faizal Shaifullah pada menit kesembilan dan 42, Marselino Ferdinan menit ke-31, Ruy Arianto pada menit ke-56, dan Valeroen di menit ke-80.
Kemenangan itu memperkokoh posisi Indonesia di puncak klasemen Grup A sekaligus memastikan lolos ke semifinal Piala AFF U-16 2022.
Indonesia dan Myanmar sejauh ini sudah bertemu sebanyak lima kali dalam sejarah Piala AFF U-16. Di dua pertemuan pertama Indonesia selalu kalah dari Myanmar dengan skor 0-6 dan 1-6.
Kemudian kedua tim bermain imbang 2-2 di pertemuan ketiga pada 2013. Namun Indonesia mampu mendominasi di dua pertemuan terakhir dengan selalu meraih kemenangan atas Myanmar.
Editor : NMD/Kalimantanlive.com








