kalimantanlive.com – Desa Wisata Tatah Belayung di Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, terus berbenah menjadi tujuan wisata.
Meski ada di pinggiran kota, Desa Tatah Belayung menyimpan cerita panjang tentang pendatang dari Malaysia.
Kawasan yang sejak dulu dikenal sebagai kawasan lumbung padi tersebut ternyata dibuka oleh seorang pendatang dari Malaysia.
Hal tersebut setidaknya apa yang diceritakan Ketua RT Tatah Belayung yang juga pemangku Sungai Tatah Belayung, Mustafa, Selasa.
Menurut Mustafa yang dikenal luas di dalam masyarakat Tatah Belayung tersebut, dulunya kawasan tersebut hanyalah hutan belantara atau semak belukar, tetapi setelah datangnya orang Malaysia lalu kawasan tersebut dibuka menjadi persawahan tentu pula dengan membangun sistem drainase dan jalan setapak di kawasan tersebut.
BACA JUGA: Tiga Kecamatan di Kabupaten Katingan Kalteng Terendam, Korban Terdampak Sempat Kehabisan Beras
“Nama pembuka hutan pertama dan kemudian menyulap hutan jadi sawah yakni orang Malaysia yang bernama Haji Hasyim, dari negeri Perak,” kata Mustafa bercerita.
Salah satu keturunan dari Haji Hasyim tersebut menurut Mustafa adalah dirinya sendiri, ” Ya kami ini adalah keturunan dari Dato Haji Hasyim yang membuka lahan di sini,” kata Mustafa yang dibenarkan beberapa penduduk setempat.
Menurut Mustafa, Haji Hasyim dinyatakan sebagai kepala padang yang kemudian dibantu beberapa orang membuka hutan jadi sawah, lalu membuat jalan setapak, membuat dranasi kemudian menjadi sungai.
BACA SDN 4 Kampung Baru Tanah Bumbu Hias Sekolah, Semarakkan HUT ke-77 RI, Gelar Lomba Jelang 17 AgustusJUGA:
Sejak itulah Tatah Belayung yang sungainya sepanjang empat kilometer lebih tersebut terus berkembang hingga sekarang dan kini sudah menjadi perkotaan, karena fasilitas apapun sudah tersedia di wilayah ini.
Sekarang kata Mustafa, Tatah Belayung terus berbenah diri dan berharap kedepannya menjadi desa wisata skala kecil di kawasan Banjarmasin selatan dengan pembenahan sungai, pembuatan sarana wisata seperti tempat selfie, ada dermaga sampan yang bisa digunakan untuk wisata susur sungai.
Warga setempat juga kompak untuk bergotong royong membersihkan sungai, membersihkan lingkungan, serta akan membuat sarana olahraga berjalan kaki di pinggir sungai sebagai terapi berbagai penyakit.
kalim







