KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan di Kalimantan Selatan bakal dilanda hujan ringan dan potensi angin kencang pagi, siang dan sore hari ini, Rabu (10/8/2022).
BMKG lewat akun resminya bmkg.go.id menyebut: “Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu, Kotabaru dan sekitarnya”.
# Baca Juga :Ada Apa? Kok Jokowi Mendadak Perintahkan BMKG Identifikasi Masalah Iklim,
# Baca Juga :PERINGATAN Dini BMKG: Kalsel Mendung, 10 Provinsi Hujan Lebat, Kilat dan Angin Kencang
# Baca Juga :Cuaca Ekstrem Hari Ini, Sabtu 6 Agustus 2022, BMKG: 17 Provinsi Harus Waspada!
# Baca Juga :HARI Ini Cuaca Kalsel Cerah Berawan, BMKG: 20 Provinsi Berpotensi Cuaca Ekstrem!
Pada pagi hari, cuaca di 13 kabupaten/kota Kalsel diperkirakan BMKG berawan, hujan intensitas ringan dan cerah berawan.
Memasuki siang dan sore hari, seperti dikutip di apahabar.com, BMKG memprediksi cuaca sejumlah wilayah Kalsel hujan dengan intensitas ringan.
Menginjak malam hari, cuaca seluruh wilayah Kalsel diperkirakan BMKG berawan.
Pada Kamis (11/7/2022), BMKG memprakirakan cuaca di Kalsel berawan dengan suhu udara berada di kisaran 23 hingga 32 derajat celcius dan tingkat kelembapan antara 60-95 persen.
Gelombang Setinggi 6 Meter
Menurut BMKG sejumlah wilayah perairan Indonesia masih berpotensi mengalami gelombang setinggi 6 meter pada 9-10 Agustus 2022.
Untuk itu BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada akan peluang gelombang sangat tinggi hingga 6 meter.
Seperti dikutip dari kompas.com, BMKG memantau pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot.
Sementara itu, pola angin wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.
Adapun kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, serta perairan barat Lampung-selatan Banten, Samudra Hindia Selatan Banten, Laut Banda, dan Laut Arafuru.
Kondisi-kondisi tersebut menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang laut dengan ketinggian bervariasi.
Waspada gelombang tinggi (1,25-2,5 meter)
Potensi gelombang tinggi ini berpotensi terjadi di perairan di Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna Utara, perairan selatan Kalimantan, Laut Jawa bagian tengah dan timur, Selat Sumba, perairan Pulau Sawu-Rote-Kupang, Selat Ombai, Laut Sawu, Laut Timor, Selat Makassar bagian selatan, perairan Manui-Kendari, perairan Baubau-Wakatobi, Laut Banda, perairan selatan Pulau Buru-Pulau Seram, Laut Flores, perairan Kaimana-Amamapare, perairan utara Kepulauan Sermata-Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Kai-Kepulauan Aru, serta Laut Arafuru bagian timur dan barat.










