JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Perang Ukraina vs Rusia masih belum mereda, bahkan pihak terjajah Ukraina semakin meningkatkan perlawannya.
Kemarin Selasa (9/8/2022), ledakan dahsyat mengguncang pangkalan udara Rusia di Crimea.
Dalam peristiwa ledakan di Pangkalan Udara Saki tersebut, sedikitnya satu orang tewas dan beberapa lain terluka, sebagaimana dilansir ITV.
# Baca Juga :Bintangi Drama All That We Loved, Sehun EXO Perankan Remaja Berusia 18 Tahun
# Baca Juga :Gernas BBI 2022 Perkuat Ekonomi Dalam Negeri, Terimbas Perang Rusia-Ukraina
# Baca Juga :Philip Short Sebut Pacar Putin, Alina Kabaeva Turut Pengaruhi Kebijakan Rusia
# Baca Juga :Murka Atas Penolakan Google Hapus Konten YouTube, Rusia Jatuhkan Denda Rp5,7 Triliun
Seperti dikutip di kompas.com, selama perang, Pangkalan Udara Saki digunakan sebagai markas jet-jet tempur Rusia untuk menyerang daerah-daerah di Ukraina selatan dalam waktu singkat.
Para netizen di Ukraina berspekulasi bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh rudal jarak jauh yang ditembakkan oleh pasukan Kyiv.
Video yang beredar di internet menunjukkan, orang-orang yang tengah berjemur di pantai berhamburan melarikan diri saat api besar dan asap membubung di atas cakrawala tampak dari kejauhan, disertai bunyi ledakan keras.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menuturkan, ledakan tersebut disebabkan oleh amunisi yang meledak, bukan diakibatkan oleh serangan jarak jauh.
Kantor berita Rusia, TASS, mengutip sumber dari Kementerian Pertahanan Rusia yang tidak disebutkan namanya mengatakan, penyebab utama ledakan itu tampaknya adalah pelanggaran aturan keselamatan.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, tidak ada jet tempur yang rusak akibat ledakan di pangkalan udara.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Ukraina menyatakan tidak bisa menyebutkan penyebab ledakan.
Pemimpin Crimea Sergey Aksyonov melaporkan, ambulans dan helikopter medis dikerahkan ke Pangkalan Udara Saki dan otoritas menutup area radius lima kilometer dari pangkalan.
Aksyonov mengatakan, satu orang tewas. Sedangkan otoritas kesehatan Crimea mengonfirmasi ada enam orang terluka, satu di antaranya masih dirawat di rumah sakit.
Selama perang, Rusia telah melaporkan banyak kebakaran dan ledakan di tempat penyimpanan amunisi di wilayah-wilayahnya yang berdekatan dengan perbatasan Ukraina.
Editor : NMD/Kalimantanlive.com







