Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengatakan jika tidak dibatasi, maka kuota BBM subsidi yang sudah ditetapkan bakal habis sebelum akhir tahun.
Apalagi, sejak harga pertamax naik, tren konsumsi BBM subsidi menanjak karena banyak masyarakat yang beralih ke pertalite.
“Tentu jika tidak dikendalikan maka kita akan hadapi solar habis di Oktober atau November. Jbkp (pertalite) juga, jika tidak dilakukan pengendalian maka kita prognosa di akhir 2022 kuota kita akan di atas realisasi,” kata Saleh.
Untuk mencegah bobolnya kuota BBM subsidi, Pertamina akan membatasi pembelian pertalite dan solar hanya untuk masyarakat yang berhak. Perusahaan pelat merah itu membuka pendaftaran di website MyPertamina dan secara langsung di SPBU untuk mendapat pelanggan mana saja yang layak mendapat subsidi sejak Juli 2022 lalu.
Namun, pembatasan itu belum diterapkan lantaran masih menunggu revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak selesai.
Editor : NMD/Kalimantanlive.com







