BOGOR, KALIMANTANLIVE.COM – Mulai akhir pekan lalu, sejumlah warga Jakarta dan Bogor mengeluhkan pertalite yang kosong di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Rorien, warga Bogor mengaku kesulitan mencari pertalite. Bahkan, ia bisa mendapatkan BBM subsidi itu setelah mengunjungi 4 SPBU pada Minggu (7/9/2022) lalu.
“Dari dua hari yang lalu sulit cari pertalite, pertamax juga. Sudah cari sampai empat SPBU masih kosong,” ujarnya seperti dikutip di CNNIndonesia.com, Selasa (9/8/2022) lalu.
# Baca Juga :Ini Kekhawatiran Menkeu Sri Mulyani Soal Kuota Pertalite Kian Menipis, Sedang Subsidi Membengkak
# Baca Juga :Dirut Pertamina Nicke Widyawati: Harga Pertalite Harusnya Sudah Rp17.200 &-Solar Rp18.150
# Baca Juga :Yani Helmi Minta Pemerintah Sosialisasikan Pembelian Pertalite dan Solar di SPBU Wajib Daftar MyPertamina
# Baca Juga :Beli Elpiji 3 Kg Masih Bebas, Tak Pakai MyPertamina, Pertamina: Fokus Solar dan Pertalite
Rorien menyebut petugas SPBU beralasan terjadi keterlambatan pengiriman bahan bakar sehingga pasokan tak tersedia.
Hal yang sama juga dikeluhkan warga Bogor lainnya, Solihin. Ia mengatakan pertalite mulai sulit ditemukan di SPBU Bogor mulai Senin (8/8). Tidak hanya pertalite, pasokan pertamax di SPBU juga kosong.
“Hampir 80 persen SPBU di Bogor, pertalite kosong semua. Bahkan pertamax dan pertamax turbo habis diburu masyarakat karena kosongnya pertalite,” ujar Solihin.
Solihin menyebut pasokan pertalite kosong di SPBU Batu Tulis, SPBU Pahlawan, SPBU Pajajaran, SPBU Semeru, dan SPBU Pasir Kuda.
“Sekalipun ada, antreannya sangat luar biasa panjangnya,” ujarnya.
Kelangkaan pertalite tidak hanya terjadi di SPBU Bogor, tetapi juga di Jakarta. Salah satunya Anisa yang tak bisa menemukan pertalite SPBU di Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Selasa (9/8). Tak hanya pertalite, pertamax juga tidak tersedia di SPBU tersebut.
“Ada tulisannya pertalite dan pertamax kosong ditempel di mesinnya,” ujar Anisa.
Kondisi itu membuat SPBU menjadi sepi karena kendaraan tidak bisa mengisi BBM. “SPBU nya sepi, jadi motor masuk terus keluar lagi,” imbuhnya.
Secara terpisah, PT Pertamina (Persero) mencatat penyaluran BBM subsidi jenis pertalite telah mencapai 16,8 juta kiloliter (kl) hingga Juli 2022.
Artinya kuota pertalite hingga akhir tahun hanya tersisa 6,25 juta kl dari total kuota yang ditetapkan tahun ini, 23,05 juta kl.
“Sementara pertalite, hingga Juli sudah tersalurkan 16,8 juta kl, dari kuota 23 juta kl,” ungkap Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting.










