Menurutnya, pemasok bambu saat ini mengalami penurunan yang begitu jauh dibanding adanya pandemi Covid-19.
“Bahan bakunya nyaman aja didapatkan. Cuma pasca covid-19 ini memang menurun, 100 buting bambu aja lambat lakunya, gimana mau nambah. Kalau jelang 17-an ini ada aja pang biasanya, cuma sama saja tidak terlalu ramai,” jelas Samsuri penjual bambu yang sudah berjalan sekitar 40 tahun belakangan ini.
BACA JUGA: |
Kisah Desa Tatah Belayung Banjarmasin, Hutan yang Dibuka oleh Pendatang Malaysia
Dua warga asli Sungai Baru itu mengatakan hal yang sama mengambil bambu-bambu tersebut dari daerah Loksado, Kalsel.
Harapan yang sama keduanya berharap, jelang HUT RI ini, berkah kemerdekaan bisa berdampak kepada mereka.
“Ya mudah-mudahan lebih ramai lagi kedepannya,” pungkasnya.
Kalimantanlive.com/Ilham
Editor : elpian







