JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Update kasus Irjen Ferdy Sambo dari mengakui berbohong dan mengakui telah menjadi otak pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabara atau Brigadir J.
Informasi terbaru mantan Kadiv Propram Mabes Polri itu diketahui memiliki sebuah rumah mewah di kawasan elite Cempaka Residence di Sarangan, Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Bahkan, seperti dilansir di kompas.com, rumah ini disinyalir sebagai lokasi awal kejadian perseteruan antara tersangka Irjen Ferdy Sambo dengan korban Brigadir J.
# Baca Juga :Ayah Brigadir J: Apapun Motif Irjen Ferdy Sambo Itu Bohong Semua
# Baca Juga :Akhirnya Ferdy Sambo Akui Jadi Aktor Utama dan Merekayasa Pembunuhan Brigadir J
# Baca Juga :Brigjen Andi: Ferdy Sambo Akhirnya Mengaku Bunuh Brigadir J, Ini Alasannya
# Baca Juga :VIDEO CCTV Detik-detik Brigadir J Dihabisi, Terlihat Jejak Istri Ferdy Sambo dari Magelang-Duren Tiga
Saat wartawan mencoba mendatangi perumahan itu, pihak keamanan atau satpam perumahan tidak mengizinkan memasuki kawasan tersebut.
Seperti dilansir di tribunjogja.com, suasana kawasan perumahan elite itu terbilang sepi dari aktivitas.
Selain itu usai ditetapkannya Ferdy Sambo sebagai tersangka, tidak terlihat adanya aktivitas penyelidikan atau penjagaan dari pihak kepolisian.
Hanya ada satpam atau penjaga yang berjaga di sana.
Untuk aktivitas hanya ada beberapa ojek online yng lalu lalang mengantar pesana, namun hanya sampai di depan gerbang perumahan itu.
Penjagaan di depan gerbang cukup ketat. Satpam selalu siaga memeriksa yang hendak masuk ke dalam perumahan itu.
Sementara itu, informasi yang dihimpun dari pengembang perumahan Cempaka Residence yang tak ingin disebutkan namanya. Ia menyebutkan, harga kluster perumahan di Cempaka Residence berkisar Rp1,3 miliar.
“Sekarang harganya rata-rata Rp1,3 miliar, kalau yang punya memang kebanyakan orang dari luar Magelang,”ucapnya.
Saat ditanya apakah ada nama Ferdy Sambo sebagai salah satu pemilik dari perumahan tersebut, dirinya membenarkan.
“Ya benar ada nama itu, sudah lama (dibeli) pastinya saya kurang tau kapannya. Itu perumahan mulai dibangun sekitar 2010-an,”urainya.
Ketua RT sebut rumah Ferdy pernah ditinggali Mantan Kapolri
Diduga awal perseteruan antara Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir J disebut-sebut terjadi di rumah singgah milik Irjen Ferdy Sambo, yang berlokasi di kawasan elit Cempaka Residence.
Saat dikonfirmasi, Ketua RT 07/RW 08, Dusun Saragan, Desa Banyurojo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Joko Sutarman (70), mengaku baru mengetahui jika Ferdy Sambo memiliki rumah di wilayahnya.
“Saya baru tahunya itu (rumah Ferdy Sambo) sejak kasus ini geger. Sebelumnya saya tidak tahu kalau rumah itu adalah rumah Pak Sambo,”ujarnya saat ditemui di rumahnya, Jumat (12/08/2022).
Ia mengatakan, sebelum menjadi milik Ferdy Sambo, rumah tersebut sempat ditinggali mantan Kapolri Idham Aziz.
Sekitar tahun 2012-an, rumah tersebut digunakan oleh Idham Aziz sebagai rumah singgah saat menjenguk anaknya yang bersekolah di SMA Taruna Nusantara.
Namun Idham Aziz pindah sebelum pandemi Covid-19, atau sekitar 2017-an.
“Setahu saya itu dulu rumahnya miliknya Pak Idham Aziz, mantan Kapolri. Saat dipindahtangankan itu saya tidak tahu. Itu, rumahnya di blok C, kelihatan kok kalau dari luar,” tuturnya.
Berdasarkan pantauan, rumah yang dimaksud milik Irjen Ferdy Sambo di kawasan Cempaka Residence memiliki dua lantai.
Rumah singgah Irjen Ferdy Sambo tersebut berwarna kuning gading, sedangkan pada bagian depan terdapat aksen warna coklat.
“Setahu saya itu saat ditinggali pak Idham Aziz saat menjadi Kapolda belum menjadi Kapolri, tahun sekitar 2012. Kalau Pak Idham Aziz pindah dari sini itu juga belum lama, sebelum Covid-19, mungkin sekitar 2017 lalu. Memang itu rumah sudah dipindahtangankan atau ganti kepemilikan, tetapi saya tidak tahu kepada siapa saja,” jelasnya.
Ia menambahkan pergantian kepemilikan dari rumah tersebut, tidak pernah dilaporkan ke dirinya.
Bahkan, warga yang tinggal di kawasan elit tersebut tidak terdata dalam kependudukan wilayah yang dibawahinya.
“Tidak ada, dari dulu memang tidak ada laporan. Karena di sini kebanyakan warga parsial, tidak tetap kebanyakan dari luar kota. Jika ada hajatan baru ke sini. Kalau, saya tahu Pak Idham Aziz tinggal di sini karena dulunya penjaga rumahnya selalu berkomunikasi dengan saya,”terangnya.
Menurutnya setelah Idham Aziz pindah, penjaga rumah tersebut tak lagi bekerja dan Ketua RT tak mengetahui kabar penghuni rumah.







