NEW YORK, KALIMANTANLIVE.COM – Salman Rushdie, penulis buku The Satanic Verses atau Ayat-ayat Setan diserang di panggung dalam sebuah acara di Chautauqua Institute, New York, Amerika Serikat pada Jumat (12/8/2022). Salman Rushdie ditikam di leher.
Salman Rushdie pernah mendapat ancaman mati dari Iran pada tahun 1980-an karena bukunya Ayat-ayat Setan.
Rushdie langsung dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter, menurut polisi.
# Baca Juga :Pria di Palangkaraya Kalteng Ini Alami Luka Robek di Punggung Setelah Ditikam Temannya
# Baca Juga :Korban Begal di Medan Malah Jadi Tersangka, Tikam Pelaku 3 Kali saat Mau Kabur
# Baca Juga :Selebgram Bigo Live Medan Dirampok dan Ditikam Teman Prianya, Sempat Nanya Perhiasan Emas dan Mobil
# Baca Juga :1 Guru Ngaji dan 3 Rekannya Disiksa Polisi Dituduh Begal, LBH Jakarta: Korban Salah Tangkap
Sebagaimana dilaporkan Associated Press (AP), pelaku penikaman yang belum diketahui identitasnya telah ditahan.
Sastrawan kontroversial itu diserang di atas panggung saat hendak memberikan kuliah di salah satu acara di New York.
Rushdie menjadi penulis kontroversial setelah The Satanic Verses memicu kecaman terutama dari umat Muslim dunia. Karyanya itu bahkan telah dilarang beredar dan dipublikasikan di Iran sejak 1988.
Reporter Associated Press menyaksikan seorang pria menyerbu panggung acara dan mulai meninju atau menikam Rushdie saat dia diperkenalkan. Rushdie langsung terjatuh ke lantai usai diserang.
Tidak jelas bagaimana kondisi terkini Rushdie yang segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan pertama usai insiden terjadi. Sementara itu, pelaku penyerangan telah ditahan.
Buku Rushdie “The Satanic Verses” telah dilarang di Iran sejak 1988, karena banyak Muslim menganggapnya sebagai penghujatan. Setahun kemudian, mendiang pemimpin Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini mengeluarkan fatwa, atau dekrit, yang menyerukan kematian Rushdie.
The Satanic Verses adalah novel keempat karya Rushdie. Pertama kali diterbitkan pada September 1988, buku ini terinspirasi oleh kehidupan Nabi Muhammad tapi dengan plot cerita dan gambaran yang negatif, cenderung menghina.







