80 Anak di Zimbabwe Tewas, Gegara Wabah Campak Menyebar Sejak April 2022

KALIMANTANLIVE.COM – Kementerian Kesehatan Zimbabwe dalam sebuah pernyataan yang lansir oleh Reuters pada Minggu (14/8/2022) menyatakan wabah campak telah merenggut jiwa 80 anak di negara tersebut sejak April 2022.

Kementerian Kesehatan Zimbabwe mengatakan, wabah cacar sekarang telah menyebar secara nasional dengan tingkat kematian kasus 6,9 persen.

# Baca Juga :Corona Mewabah Lagi, Pasien Covid-19 di Tanah Laut Terdata 52 Orang

# Baca Juga :Jepang Musnahkan 143 Ribu Ayam yang Terdeteksi Wabah Flu Burung

# Baca Juga :Inggris dan Polandia Laporkan Wabah Flu Burung, Semua Unggas di Warwickshire Bakal Dimusnahkan

# Baca Juga :China Kembali Dihantui Penyebaran Wabah Covid, Kini Sudah Menyebar ke 20 Provinsi

Pada Kamis (11/8/2022), Menteri Kesehatan Zimbabwe Jasper Chimedza menuturkan, ada 1.036 kasus yang dicurigai dan 125 kasus yang dikonfirmasi sejak wabah cacar dimulai pada April.

Dari jumlah kasus tersebut, Manicaland di Zimbabwe timur menyumbang sebagian besar kasus.

“Kementerian Kesehatan dan perawatan anak ingin menginformasikan kepada publik bahwa wabah campak yang sedang berlangsung yang pertama kali dilaporkan pada 10 April telah menyebar secara nasional setelah pertemuan-pertemuan gereja,” kata Chimedza.

Chimedza menambahkan, pertemuan tersebut memicu penyebaran campak ke daerah-daerah yang sebelumnya tidak ada kasus.

“Pertemuan yang dihadiri oleh orang-orang dari berbagai provinsi di negara itu dengan status vaksinasi yang tidak jelas menyebabkan penyebaran campak ke daerah-daerah yang sebelumnya tidak terkena,” lanjut Chimedza seperti dikutip dari Kompas.com.

Chimedza mengatakan bahwa Manicaland, provinsi terpadat kedua di Zimbabwe, memiliki 356 kasus dan 45 kematian.

Sebagian besar kasus yang dilaporkan adalah di antara anak-anak berusia antara enam bulan hingga 15 tahun yang tidak divaksinasi campak.

Anak-anak tersebut tidak mendapatkan vaksin campak karena keyakinan dari sekte yang dianut orang tua mereka.

Uskup Andby Makuru, pemimpin sekte apostolik Johanne Masowe, tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Di Zimbabwe, beberapa sekte gereja melarang pengikutnya untuk melakukan vaksinasi atau perawatan medis apa pun.

Sekte-sekte ini menarik jutaan pengikut dengan janji mereka untuk menyembuhkan penyakit dan membebaskan orang dari kemiskinan.

Dengan tingkat vaksinasi yang rendah, pemerintah telah memutuskan untuk memulai kampanye vaksinasi massal di daerah-daerah di mana wabah tercatat.

Wabah campak diperkirakan akan membebani sektor kesehatan yang sudah kewalahan oleh kurangnya obat-obatan dan pemogokan yang dilakukan oleh petugas kesehatan.

Editor : NMD/Kalimantanlive.com