Cara membuat soto banjar
- Rebus ayam di dalam air berisi daun salam, garam, dan jahe hingga ayam matang dan empuk. Kemudian angkat dan suwir-suwir dagingnya.
-
Didihkan air kaldu ayam untuk kuah soto menggunakan api kecil, sisihkan.
-
Tumis bumbu halus hingga harum lalu tambahkan kapulaga, kayu manis, cengkeh, dan pala. Aduk kembali hingga semua bahan tercampur rata.
-
Masukkan bumbu tumisan ke dalam kuah kaldu mendidih, lalu didihkan kembali kuah soto.
-
Masukkan potongan ketupat, soun, perkedel, telur, dan ayam suwir ke dalam mangkuk, lalu siram dengan kuah soto. Sajikan soto banjar dengan tambahan daun bawang, seledri, bawang goreng, kecap, dan jeruk nipis.
Secuil Sejarah Perang Banjar
Salah satu perlawanan masyarakat Indonesia di Kalimantan Selatan yang cukup terkenal saat menghadapi penjajah yaitu pecahnya perang banjar pada 1859 hingga 1905.
Perang banjar terjadi akibat politik adu domba yang dilakukan oleh bangsa Belanda, sehingga membuat rakyat dan lingkungan kerajaan menjadi terpecah belah.
Pahlawan nasional asal Kalimantan Selatan yang turut serta dalam perang banjar yaitu Gusti Inu Kartapati atau lebih dikenal dengan nama Pangeran Antasari.
Saat perang banjar, Pangeran Antasari berhasil menaklukan Belanda di Gunung Jabuk, saat itu Belanda menyerah karena melihat pasukan Antasari yang semakin kuat.
Namun sayangnya, perlawanan Pangeran Antasari dalam memperjuangkan kemerdekaan harus berhenti di tengah jalan karena dirinya terkena wabah cacar yang menyebar di seluruh Banjar. Sehingga Pangeran Antasari wafat pada 11 Oktober 1862.
Editor : NMD/Kalimantanlive.com







