HUJAN Merata di Seluruh Indinesia, BMKG: Cuaca Kalsel Siang – Sore, Hujan, Petir dan Angin Kencang

KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca untuk awal pekan ini, Senin (15/8/2022).

Dalam situr resminya BMKG memprediksi cuaca di seluruh wilayah Kalimantan Selatan, hari ini.

Menurut rilis BMKG menyebut: “Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang/sore hari”.

# Baca Juga :Prakiraan Cuaca Banjarmasin Sabtu 13 Agustus 2022, BMKG Sebut 3 Wilayah Dihajar Hujan dan Petir

# Baca Juga :Hari Ini Kalsel Diterpa Hujan, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Kalimantan!

# Baca Juga :BMKG: Hujan Lebat di 17 Provinsi, Kalsel Bakal Diterpa Hujan Disertai Kilat

# Baca Juga :PERINGATAN Dini Cuaca Kalsel Hari Ini, BMKG: Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter!

BMKG memprediksi hujan bakal turun di wilayah Kabupaten Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Balangan dan sekitarnya.

Adapun suhu rata-rata hari ini berkisar 24-31 derajat celsius atau lebih rendah dari kemarin. Sementara tingkat kelembapan 60-95 persen.

BMKG: 29 Provinsi Hujan Petir Angin

BMKG menyebutkan, 29 wilayah di Indonesia berpotensi hujan yang dapat disertai angin kencang dan petir.

Seperti dikutip dari tribunnews.com dari BMKG, hujan, petir dan angin menerpa DKI Jakarta, Yogyakarta hingga Bali.

Sirkulasi Siklonik terpantau di perairan barat Sumatera Barat-Bengkulu dan di Filipina.

Hal ini membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di perairan barat Bengkulu-Sumatera Barat dan dari Laut Sulu hingga Filipina.

Daerah konvergensi juga terpantau memanjang di Samudra Hindia selatan Banten-barat Lampung, dari Laut Jawa bagian barat hingga Sumatera Selatan.

Juga dari Kep. Bangka Belitung hingga Kep. Riau, dari Sumatera Utara hingga Selat Malaka bagian selatan, dari Sulawesi Tengah hingga Kalimantan Timur.

Termasuk dari Laut Arafuru timur Kep. Aru hingga perairan Kaimana, dari Laut Seram hingga perairan Obi, dari Laut Maluku hingga Laut Sulawesi.

Serta dari perairan utara Halmahera hingga Samudra Pasifik utara Halmahera, dari Papua Barat hingga Laut Halmahera, di peraian utara Papua, dan di Papua.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.