Minta Maaf, Tiga Pembuat Video Hoax Sandal Rhoma Hilang, Cium Tangan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin

BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Tiga pelaku pembuat video hoaks ‘Sandal Rhoma Irama Hilang di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, akhirnya meminta maaf kepada Ketua Masjid Raya Sabilal Muthadin Banjarmasin, Darul Qutni, Selasa (16/8/2022).

Para pembuat video hoax Irsani, Ahmad Hadi Surya, dan Irfan Rahmatilah, menemui pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin untuk melakukan mediasi. Ketiga pelaku yang mengaku pekerta swasta itu bergantian meminta maaf dengan mencium tangan Ketua Masjid Raya Sabilal, sembari berjanji tidak akan mengulangi perbuatan.

Ketiga pelaku pembuat hoaks Video Sandal Rhoma Hilang saat shalat Jumat dan menjadi Khatib di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, ditemukan petugas kepolisian setelah pengelola secara resmi melaporkan ke Polda Kalsel.

BACA JUGA:
Polda Kalsel Bakal Panggil Pembuat Video Hoaks Rhoma Irama Hilang Sandal di Sabilal Mutahdin 

BACA JUGA :
Viral! Video Sendal Rhoma Irama Hilang di Masjid Raya Sabilal Banjarmasin, Darul Qutni: Hoax

Kepada Masjid Raya Banjarmasin, Darul Qutni menyampaikan, mereka sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi.

“Laporan akan dicabut, mereka juga berjanji tidak akan mengulangi lagi,” kata Darul Qutni.

Tiga pembuat video hoaks Sandal Rhoma Irama hilang di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, meminta maaf kepada pengelola masjid raya Sabilal, Selasa (16/8/2022). (tangkap layar video WAG/yuni)

Sebelum menyampaikan permintaan maaf, sejumlah pengurus Pengelola Badan Masjid Raya Banjarmasin yang dipimpin Ketua I KH Ahmad Nawawi, Sekretaris Syamsurani, dan sejumlah pengurus lainnya, mendatangi Ditkrimsus Polda Kalsel bersama ketiga pelaku pembuat video.

Kedatangan mereka ke Polda Kalsel yakni untuk mencabut pelaporan sebelumnya ke Ditkrimsus Polda, pada 19 Juli 2022 lalu.

Hal itu dibenarkan oleh Sekretaris Masjid Raya Banjarmasin, Syamsurani bahwa, pihaknya sudah ada kesepakatan bersama pembuatan video untuk damai.

“Perdamaian secara tertulis dan pesan terbuka. Mereka mempunyai itikad baik dan janji tidak mengulangi lagi, maka untuk itu kita cabut laporannya,” jelasnya.