Presiden Putin Diyakini Siap-siap Incar Moldova Jika Sukses Invasi Ukraina

KALIMANTANLIVE.COM – Moldova tidak berbatasan langsung dengan Rusia. Namun negara bekas Uni Soviet itu mulai merasakan panik tingkat tinggi.

Itu akibat mengetahui plot perang Vladimir Putin yang sangat ambisius. Moldova makin terancam saat pasukan Kremlin mengendalikan beberapa wilayah timur dan selatan Ukraina.

Mau tidak mau Moldova harus dalam keadaan siaga tinggi. Apalagi wilayah kantong Transnistria yang memisahkan diri sudah dalam pengaruh Moskow.

# Baca Juga :UPDATE Perang Ukraina, Ledakan Dahsyat Guncang Pangkalan Udara Rusia di Crimea

# Baca Juga :Gernas BBI 2022 Perkuat Ekonomi Dalam Negeri, Terimbas Perang Rusia-Ukraina

# Baca Juga :Putin Makin Brutal, Rudal Rusia Hantam Apartemen Ukraina, 15 Orang Tewas

# Baca Juga :Saat KTT G7 Digelar, Rusia Malah Bombardir Ukraina dengan Rudal Mematikan

Menurut seorang ahli, pemerintahan Putin mungkin akan menargetkan Moldova jika Rusia berhasil dalam invasi di Ukraina.

Yuri Felshtinsky, seorang penulis, sejarawan, dan ahli sejarah geopolitik Rusia mengatakan kepada Express UK bahwa invasi di Moldova mungkin akan segera dimulai.

“Bahkan sebelum mereka selesai di Ukraina, jika mereka mencapai Transnistria dalam prosesnya, mereka bakal memulai perang di sana,” kata Felshtinsky, dikutip dari Newsweek.

“Moldova bakal berada dalam bahaya saat Rusia bergerak ke Transnistria. Jika Ukraina tak dapat menahan mereka, mereka akan mencapai Transnistria dan memulai perang di Moldova. Dan Moldova, tentu saja, bukanlah anggota NATO [Pakta Pertahanan Atlantik Utara],” lanjutnya seperti dikutip di CNNIndonesia.com.

Selain itu, Felshtinsky mengklaim Putin tak bakal puas bila hanya menguasai wilayah Donbas, Ukraina.

Sekitar 2.000 pasukan perdamaian Rusia pun tercatat masih ditempatkan di Transnistria, wilayah separatis pro-Moskow di Moldova, sejak Uni Soviet pecah.

Dalam satu dekade terakhir, Moskow juga mulai mengeluarkan paspor Rusia bagi warga di wilayah itu seperti yang dilakukan di wilayah separatis Ukraina.

“Di Moldova, di Transnistria, setidaknya ada 220 ribu warga berbahasa Rusia yang diberikan paspor oleh pemerintah Rusia. Mereka pertama kali memulai ini pada 2014,” tutur Felshtinsky.

Moldova memang sempat menjadi bagian dari Uni Soviet hingga 1991, seperti Ukraina. Transnistria juga telah mendeklarasikan diri niat mereka bergabung dengan Federasi Rusia baru-baru ini layaknya dua wilayah separatis pro-Moskow di Ukraina.

Di sisi lain, Rusia dan Ukraina juga masih berperang sejak Februari, kala Putin memerintahkan operasi militer khusus ke negara tersebut.

Editor : NMD/Kalimantanlive.com