Ustadz Abdul Somad menyampaikan hal itu dalam satu di antara ceramahnya.
Agar puasa yang kita lakukan sesuai dengan syariat, maka simak niat dan tata cara puasa Senin-Kamis:
- Niat
Bacaan Niat Puasa Sunah Hari Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً للهِ تَعَالَى
NAWAITU SAUMA YAUMAL ITSNAINI SUNNATAN LILLAHI TANA’ALA
Artinya :
Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala.
Dan untuk bacaan niat puasa senin kamis untuk hari kamis, bacaannya adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً للهِ تَعَالَى
NAWAITU SAUMA YAUMAL KHOMIISI SUNNATAN LILLAHI TAA’ALA
Artinya : Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala.
- Sahur
Makan sahur dianjurkan di akhir waktu menjelang Subuh.
Waktu makan sahur, sebelum azan Subuh dikumandangkan.
- Menjalankan puasa dengan niat dan tulus iklas
Doa buka puasa
Doa buka puasa yang diajarkan Rasulullah SAW, ada dua. Tetapi satu di antaranya bersumber dari hadits dhoif.
Demikian disampaikan Ustadz Abdul Somad dalam satu ceramahnya.
Berikut doa buka puasa yang bersumber dari hadits dhaif:
اللهم لك صمت، وعلى رزقك أفطرت
“Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu”.
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka”.
Ustadz Abdul Somad mengatakan, lafaz doa buka puasa ini memang berasal dari hadits dhoif.
“عن معاذ بن زُهْرة: أنه بلغه أن النب ي صَلَّى الََُّّ عَلَيْهِ وَسَ لَّمَ كان إذا أفْطر؛ قال: ” اللهم لك صُمْت، وعلى رزقك أفطرت
Dari Mu’adz bin Zuhrah: telah sampai kepadanya bahwa ketika berbuka Rasulullah Saw mengucapkan: “Ya Allah untuk-Mu puasaku dan atas rezeki-Mu aku berbuka”.
Menurut Syekh al-Albani, sanad hadits itu dha’if mursal, status Mu’adz ini adalah seorang tabi’i majhul.
Namun Syekh Ibnu ‘Utsaimin Membolehkan Doa Yang Didha’ifkan Syekh al-Albani:
“Sesungguhnya waktu berbuka adalah waktu terkabulnya doa, karena waktu berbuka itu waktu akhir ibadah, karena biasanya manusia dalam keadaan sangat lemah ketika akan berbuka, setiap kali manusia dalam keadaan jiwa yang lemah, hati yang lembut, maka lebih dekat kepada penyerahan diri kepada Allah SWT,”.
Doa buka puasa kedua, atau yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:
ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاءالله
“Dzahaba azh-Zhama’u wabtallati al-‘Uruqu wa”
“Dahaga telah pergi, urat-urat telah basah dan balasan telah ditetapkan insya Allah”
Ustadz Somad mengatakan, kedua doa berpuka puasa itu boleh dipakai.
Hal itu seperti disampaikan Syekh Ibnu Utsaimin ulama Saudi Arabia.









