Peringatan Dini BMKG, Ada Sejumlah Provinsi Berpotensi Cuaca Ekstrem, Kalsel Hari Ini Cerah Berawan

KALIMANTANLIVE.COM – Inilah informasi peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca ekstrem untuk Kamis (18/8/2022).

Mengutip dari bmkg.go.id, BMKG menyampaikan bahwa terdapat 5 provinsi di Indonesia berpotensi terjadi cuaca ekstrem angin kencang.

Sementara untuk wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), diprediksi cerah berawan dari pagi hingga malam hari.

# Baca Juga :CUACA Indonesia Hari Ini, BMKG: 23 Provinsi Hujan Deras, Kalsel Malah Cerah Berawan

# Baca Juga :HUJAN Merata di Seluruh Indinesia, BMKG: Cuaca Kalsel Siang – Sore, Hujan, Petir dan Angin Kencang

# Baca Juga :Prakiraan Cuaca Banjarmasin Sabtu 13 Agustus 2022, BMKG Sebut 3 Wilayah Dihajar Hujan dan Petir

# Baca Juga :Hari Ini Kalsel Diterpa Hujan, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Kalimantan!

Menurut BMKG, cuaca di 13 kabupaten/kota Kalsel diperkirakan cerah berawan.

Memasuki siang dan sore hari, umumnya cuaca di Kalsel cerah berawan. Kecuali Kota Barabai (Hulu Sungai Tengah), Kotabaru, Paringin (Tanah Bumbu) dan Tanjung (Tabalong) turun hujan dengan intensitas ringan. Malam harinya cerah berawan.

Sementara suhu udara di kisaran 23 – 33 derajat celcius dan tingkat kelembapan antara 50-95 persen.

BMKG: Provinsi yang Berpotensi Cuaca Ekstrem

Mengutip tribunnews.com dari bmkg.go.id, BMKG menyampaikan bahwa terdapat 5 wilayah Indonesia yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem angin kencang.

Sementara di 15 wilayah lainnya akan terjadi hujan lebat disertai dengan kilat dan angin kencang.

Ada juga 2 wilayah yang berpotensi terjadi hujan disertai petir dan angin kencang.

Daerah konvergensi terpantau memanjang di Aceh, dari Belitung hingga Kep.Riau.

Selain itu konvergensi juga terjadi di Bengkulu, dari Laut Jawa hingga Sumatera Selatan, di Pesisir Selatan Jawa.

Kalimantan Barat bagian utara, di Kalimantan Utara, di Kalimantan Selatan, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah juga terpantau terjadi konvergensi.

Pada wilayah Laut Maluku, di NTT bag timur, di Sulawesi Utara, dari Papua hingga Papua Barat dan di perairan sebelah utara Papua Barat juga terjadi konvergensi memanjang.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Labilitas Lokal kuat juga mendukung proses konvektif pada skala lokal.