KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan Dini cuaca esktrem hari ini Jumat (19/8/2022)
Dikutip dari bmkg.go.id, BMKG memprediksi ada 12 provinsi berpotensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat.
Sementara itu untuk sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan, BMKG memprediksi cerah berawan, hari ini.
# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG, Ada Sejumlah Provinsi Berpotensi Cuaca Ekstrem, Kalsel Hari Ini Cerah Berawan
# Baca Juga :CUACA Indonesia Hari Ini, BMKG: 23 Provinsi Hujan Deras, Kalsel Malah Cerah Berawan
# Baca Juga :HUJAN Merata di Seluruh Indinesia, BMKG: Cuaca Kalsel Siang – Sore, Hujan, Petir dan Angin Kencang
# Baca Juga :Prakiraan Cuaca Banjarmasin Sabtu 13 Agustus 2022, BMKG Sebut 3 Wilayah Dihajar Hujan dan Petir
Namun dalam laman resminya BMKG menyebut: “Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada siang atau sore hari”.
BMKG juga minta warga di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, Tanah Bumbu, Kotabaru dan sekitarnya untuk waspada adanya potensi hujan berpetir yang mengguyur pagi hingga siang hari.
Sedangkan, wilayah Kota Banjarbaru, Banjarmasin, Marabahan (Barito Kuala), Martapura (Kabupaten Banjar), Pelaihari Tanahlaut), Rantau (Tapin) berpotensi hujan ringan.
Kendati begitu, BMKG memprakirakan hujan takkan bertahan hingga malam hari. Pun sampai dini hari, cuaca diprediksi cerah berawan. Sedang suhu rata-rata antara 24 – 32 derajat celsius dengan tingkat kelembapan 60 – 95 persen.
BMKG: 12 Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem Hujan Lebat
BMKG di laman bmkg.go.id menyebut ada 12 wilayah di Indonesia yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem hujan lebat, disertai kilat dan angin kencang.
Selain itu BMKG menyampaikan bahwa di wilayah DKI Jakarta terjadi hujan dengan kilat dan angin kencang.
Ada juga empat wilayah berpotensi terjadi cuaca ekstrem angin kencang.
Daerah konvergensi terpantau memanjang di Aceh, dari Belitung hingga Kep.Riau, di Bengkulu, dari Laut Jawa hingga Sumatera Selatan.
Selain itu, di Pesisir Selatan Jawa, di Kalimantan Barat bagian utara, di Kalimantan Utara, di Kalimantan Selatan, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah juga terjadi konvergensi memanjang.
Konvergensi yang memanjang juga terjadi di Laut Maluku, di NTT bag timur, di Sulawesi Utara, dari Papua hingga Papua Barat dan di perairan sebelah utara Papua Barat.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.










