Tidak hanya judi, Sigit menegaskan kepada semua jajarannya untuk menindak tegas segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat.
Misalnya, peredaran narkoba, pungutan liar (pungli), pertambangan ilegal hingga penyalahgunaan BBM dan LPG.
“Sikap arogan hingga adanya keberpihakan anggota (polisi) dalam menangani permasalahan hukum di masyarakat (juga harus ditindak),” tutur Sigit.
Sigit pun meminta kepada seluruh jajaran untuk memiliki komitmen yang sejalan terkait dengan hal tersebut.
Menurutnya, hal itu dilakukan demi menjaga marwah institusi Polri untuk menjadi lebih baik dan meraih kembali kepercayaan publik ke depannya.
“Sekali lagi saya tanya kepada rekan-rekan. Yang tidak sanggup angkat tangan. Baik, kalau tidak ada berarti kalian semua, rekan-rekan semua, masih cinta institusi dan saya minta kembalikan kepercayaan masyarakat kepada kita, kepada institusi, sesegera mungkin,” imbuhnya.
Merespons arahan Kapolri, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto menerbitkan surat telegram (ST) kepada polda jajaran.
Agus menginstruksikan polda jajaran untuk menindak semua yang terlibat dalam perjudian.
“Sudah lama dan berulang-ulang (penerbitan ST),” ujar Agus saat dimintai konfirmasi Kompas.com.
Terpisah, Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan jajaran polda sudah bergerak memberantas para beking bandar judi.
“Ya, sudah ada. Polda sudah langsung menindaklanjuti atensi Bapak Kapolri,” kata Dedi.
Editor : NMD/Kalimantanlive.com







