Upah sepuh emas tersebut tergantung besar dan kecil atau sedikit dan banyak, tetapi secara umum untuk cincin hanya rp20 ribu per buah, agak tebal sepuhnya maka kian kuat warna kuningnya mencapai rp30 ribu per buah .
Dulu waktu harga emas sekitar Rp300 ribu per gram, usaha ini dinilai cukup menguntungkan, tetapi setelah harga emas terus naik hingga mencapai rp900 ribu per gram, maka modal jadi berat.
Sementara untuk menaikan upah lebih tinggi relatif agak sulit, sebab biasanya mereka yang merubah perhiasan dari logam biasa ke warna emas ini adalah warga kalangan bawah, karena tak memiliki perhiasan emas.
Mengenai keterampilan usaha sepuh emas tersebut menurut Amin adalah biasanya dari keluarga dan keluarga yang lain, makanya penyepuhan emas ini kebanyakan adalah “papadaan jua” (keluarga keluarga juga).
Umumnya mereka yang menggeluti usaha ini adalah ketunan Nagara salah satu kecamata di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Editor : NMD/Kalimantanlive.com







