KALIMANTANLIVE.COM – SEORANG perempuan asal Inggris, Kate Jayden, berhasil memecahkan rekor dunia lari maraton terpanjang selama 106 hari berturut-turut.
Ia mulai berlari sejak 31 Desember 2021 hingga 15 April 2022.
Setiap hari Jayden berlari sejauh 26,2 mil atau 42,1 km. Meski begitu, ia tidak meninggalkan tanggung jawabnya.
Perempuan 35 tahun ini tetap masuk bekerja selama 8-9 jam. Kemudian melanjutkan kegiatan maraton selama 6 jam.
# Baca Juga :HASIL Kejuaraan Dunia 2022: Chico Wardoyo Gagal ke Babak Kedua Usai Ditekuk Wakil Malaysia
# Baca Juga :BLACKPINK Cetak Rekor Baru, Video Pink Venom Terbanyak Ditonton di YouTube dalam 24 Jam
# Baca Juga :KLASEMEN Liga Inggris 2022 – 2023, Chelsea dan Man City Gagal Menang, Nasib Man United?
# Baca Juga :REKOR Kylian Mbappe, Bikin Gol 8 Detik Berkat Assist Brilian Lionel Messi
Jayden seperti dikutip di CNNIndonesia.com, awalnya tidak berniat untuk memecahkan rekor. Namun, begitu misinya mulai mendapatkan popularitas di media, banyak orang mengatakan kepadanya bahwa usahanya akan memecahkan rekor. Setelah itu, ia membuat pengajuan rekor dengan Guinness World Records (GWR).
Rencana awalnya adalah berlari 26 mil sehari dari Dover, Inggris melintasi Eropa hingga selesai di Suriah, untuk mewakili perjalanan seorang pengungsi. Dia juga memusatkan upaya penggalangan dana untuk menyediakan dana bagi bank makanan dan bank kebersihan, serta bantuan kemanusiaan dan layanan kesehatan mental bagi para pengungsi.
Jayden mendapat rekor atas namanya dengan GWR setelah dia dengan mudah memecahkan rekor sebelumnya, yakni lari maraton selama 95 hari yang dibuat oleh Alyssa Clark dari Amerika Serikat.
Jayden juga mempublikasikan foto rekor GWR-nya empat hari lalu di akun Instagram resminya. Banyak pengguna Instagram lainnya yang memuji pelari tersebut lantaran memecahkan rekor.
Tentunya, upaya ini membutuhkan komitmen yang luar biasa dan ketangguhan mental serta fisik untuk pulih dari kelelahan. Namun, itu bukan satu-satunya masalah yang dihadapi Jayden.
Pada hari ke-46 di perjalanan maratonnya, pelari tersebut merasa lututnya sedikit sakit, tetapi dia tidak menyadari kemungkinan masalah yang akan timbul. Ternyata, ia menyelesaikan tantangan dengan lutut yang cedera dan membutuhkan operasi.
Mengutip Healthline, nyeri lutut lateral sangat umum di antara pelari jarak jauh. Cedera pada lutut ini merupakan hasil dari peradangan pada jaringan fibrosa keras yang mengalir di bagian luar paha, dan menempel pada bagian depan tibia (tulang kering). Nyeri di area ini juga bisa disebabkan oleh arthritis.
Namun, cedera yang melibatkan lutut terpuntir atau yang mendorong lutut keluar (menjauh dari kaki lainnya) juga dapat menyebabkan nyeri lutut lateral.
Pelari Inggris wanita lainnya, Fay Cunningham dan Emma Petria juga sebelumnya mengikat rekor dunia untuk lari maraton dengan durasi terlama selama 106 hari dengan berlari secara.
Editor : NMD/Kalimantanlive.com








