Pejabat penegak hukum menyampaikan bom itu dikendalikan dari jarak jauh.
“Asumsinya mobil itu dipantau dan pergerakannya dikendalikan,” kata pejabat itu kepada TASS.
Sementara itu, ayah Dugina disebut-sebut terlibat dalam keputusan Putin untuk menginvasi Ukraina. Dugin bahkan dideskripsikan sebagai ‘otak Putin’ dalam majalah urusan luar negeri.
Dugin dan Dugina menjadi sasaran Amerika Serikat dan beberapa sekutunya.
Inggris sendiri menjatuhkan sanksi ke Dugina pada Juli karena menjadi kontributor informasi salah terkait Ukraina dan invasi Rusia di negara itu dalam berbagai platform dunia maya.
Editor : NMD/Kalimantanlive.com










