KALIMANTANLIVE.COM – Anak perempuan sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin tewas dalam serangan bom mobil pada Sabtu (20/8/2022) malam .
Dikutip France24, pada Minggu (21/8/2022) penyidik negara tersebut membeberkan Darya Dugina, anak perempuan filsuf Alexander Dugin meninggal dunia setelah alat peledak meledak di mobil Toyota Land Cruiser yang dia tumpangi.
Kantor berita negara Rusia TASS mengutip Andrei Krasnov, seseorang yang mengenal Dugina, yang mengatakan kendaraan itu milik ayahnya dan bahwa dia mungkin adalah sasaran yang dituju.
# Baca Juga :UPDATE Perang Ukraina, Ledakan Dahsyat Guncang Pangkalan Udara Rusia di Crimea
# Baca Juga :Bintangi Drama All That We Loved, Sehun EXO Perankan Remaja Berusia 18 Tahun
# Baca Juga :Gernas BBI 2022 Perkuat Ekonomi Dalam Negeri, Terimbas Perang Rusia-Ukraina
# Baca Juga :Philip Short Sebut Pacar Putin, Alina Kabaeva Turut Pengaruhi Kebijakan Rusia
Sementara itu Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) menuduh pasukan rahasia Ukraina membunuh Darya Dugina, Senin (22/8/2022).
FSB mengklaim serangan itu dilakukan seorang perempuan Ukraina yang lahir pada 1979.
Badan itu mengklaim perempuan Ukraina dan anak remajanya tiba di Rusia pada Juli. Keduanya lalu menghabiskan waktu satu bulan untuk mempersiapkan serangan ke Dugina.
FSB juga menuturkan keduanya sengaja tinggal di apartemen di lingkup yang sama dengan Dugina, pun memantau gaya hidup anak sekutu Putin itu.
Sebagaimana diberitakan Reuters, ‘penyerang’ sempat menghadiri acara di sekitar Moskow pada Sabtu (20/8). Dugina dan ayahnya diketahui hadir dalam acara yang sama, kata FSB.
FSB juga mengungkapkan pelaku menempatkan bom kendali di mobil Dugina kemudian kabur dari Rusia ke Estonia.
Reuters sendiri belum menerima respons dari Ukraina terkait pernyataan FSB ini.
Sebagaimana diberitakan, Dugina, yang adalah anak dari filsuf ultra-nasionalis Alexander Dugin, terbunuh dalam insiden bom mobil.
Dugina tewas di tempat setelah “alat peledak, diduga dipasang di Toyota Land Cruiser, meledak di jalan umum dan membuat mobil itu terbakar.”
Kejadian itu terjadi di dekat desa Bolshiye Vyazemy sekitar pukul 21.00 waktu setempat pada Sabtu (20/8/2022).







