Kasus Ponsel Meledak di Tanah Air Terus Terulang, dari Tewaskan Bocah hingga Bakar Rumah

3. Ponsel meledak, satu rumah di Pemalang terbakar

Sebuah rumah di Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Pemalang, ludes dilalap api, Selasa (26/7/2022).

Peristiwa tersebut diduga terjadi akibat ledakan telepon seluler alias ponsel yang sedang dicas dan ditinggal pemiliknya.

Rumah tersebut adalah milik Romdhon, Desa Bulusari RT 37, RW 07, Desa Asemdoyong.

Tidka ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun kerugian yang dialami pemilik rumah mencapai Rp 200 juta.

4. Bocah 9 tahun tewas karena ponsel meledak

I, bocah berusia 9 tahun ditemukan tewas di rumahnya di Desa Kiarapayung, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (3/8/2022) siang.

Ia meninggal diduga karena ponsel yang dimainkannya meledak.

Peristiwa tersebut berawal saat I pulang ke rumah usai sekolah. Saat itu ibu korban, R keluar rumah untuk membeli makan siang.

Ketika sang ibu keluar rumah, I memainkan ponsel sembari mengisi daya.

Setengah jam kemudian R kembali dan menemukan anaknya meninggal dalam posisi tertelungkup dengan ponsel di dada.

Dugaan ponsel meledak karena di dada korban ada luka bakar. Luka lainnya ada di leher sebelah kanan. Saat memainkan ponsel, korban duduk di ubin tanpa tikar.

5. Ponsel meledak, rumah terbakar, satu tewas

Diduga karena ponsel meledak saat diisi daya terjadi di Kampung Cimerak, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pada Selasa (23/8/2022).

Akibat kejadian tersebut rumah milik Iik Ekawati (50) terbakar hebat. Pemilik rumah dan anaknya, AJ (6) terbakar dan mengalami luka bakar parah setelah ditemukan terjebak kobaran api di rumahnya.

Kepala BPBD dan Damkar Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar menyebut api muncul dari ponsel yang dicas dan dimainkan oleh korban AJ yang tiduran di kasur.

Ponsel yang meledak lansung membakar tubuh korban dan merembet ke kasur busa dan barang yang mudah terbakar, termasuk ibu korban.

Sang ibu mengalami luka bakar 50 persen, sementara anaknya mengalami luka bakar 90 persen.

Tetangga yang melihat api langsung berusaha memadamkan. Saat itu mereka mendengar suara minta tolong dari dalam kamar.

Ternyata suara tersebut adalah Iik dan anaknya yang terjebak di dalam kamar.

AJ kemudian dirujuk ke RSHS Bandung. Sayangnya kondisinya terus mneurun. Selasa malam, AJ menghembuskan napas terakir.

Sementara sang ibu yang juga mengalami luka bakar masih menjalani perawatan intensif di RSUD Soekardjo Tasikmalaya.

Editor : NMD/Kalimantanlive.com