Namun hal itu masih saja diabaikan oleh warga. Untuk itu pihaknya meminta agar putar U Turn itu ditutup.
“Kami setuju saja apabila U Turn di muka kompleks ditutup, demi kebaikan bersama dan tidak ada lagi yang menjadi korban kecelakaan, kami serahkan ke pemerintah dan dinas terkait,” terang ketua RT itu.
Meski begitu, pihaknya juga menawarkan banyak solusi yang untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan yakni bisa membuat traffic light atau pertanda lampu di muka kompleks agar pengguna jalan bisa lebih memperhatikan.
BACA JUGA :
Ikut Lomba Maharagu Sungai 2022, Kelurahan Pekapuran Laut Banjarmasin Optimistis Menang
Harapan yang sama Haris dan Sukimannor itu berharap, tak ada lagi kejadian kecelakaan, dan kepada pengguna jalan bisa memperhatikan rambu lalu lintas.
Terpisah, Kabid Lalu Lintas Dishub Banjarmasin, Febry Graha Utama saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa, pihaknya sudah menggelar rapat forum LLAJ bersama dengan warga untuk upaya merekayasa lalu lintas di Jalan Hasan Basri segmen II itu.
“Turn di Jalan tersebut saat ini adalah tahapan II MRLL Jalan Hasan Basri. Dari bundaran Kayu Tangi hingga Jembatan Sungai Alalak, dengan panjang jalan segmen II ini kurang lebih 1,2 kilometer dengan jumlah U Turn ada 8 titik,” kata Febry.
Sebelum proses penutupan, juga sudah sering didapati beberapa kali kecelakaan yang terjadi di U Turn di depan Pondok Metro hingga Seribu Dinar yang mengakibatkan ada korban jiwa.







