Sekarang Muncul Kasus Flu Tomat, Apa Itu?

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Dunia masih harus berjuang melawan Covid-19 dan virus cacar monyet (monkeypox) yang terus menyebar, kini ada penyakit lain yang mulai menyerang bernama “flu tomat”.

Penyakit ini perlu diwaspadai karena menyerang beberapa anak berusia di bawah 5 tahun di India.

Sejauh ini flu tomat telah menginfeksi 82 anak berusia di bawah 5 tahun.

Melansir The Lancet Respiratory Medicine, flu tomat pertama kali diidentifikasi di India pada 6 Mei lalu.

# Baca Juga :Flu Singapura, Kenali 4 Komplikasi dan Harus Waspada Karena Menular!

# Baca Juga :ISMAIL Al-Jazari, Orang Islam Penemu Robot Juga Ciptakan Sistem Toilet Flush Berabad-abad Lalu

# Baca Juga :CATAT! Ini Gejala Khas Omicron Selain Sakit Tenggorokan, Lemas dan Nyeri Kepala, Pokoknya Mirip Flu!

# Baca Juga :Inggris dan Polandia Laporkan Wabah Flu Burung, Semua Unggas di Warwickshire Bakal Dimusnahkan

Dinamakan flu tomat atau demam tomat, karena ditandai dengan gejala blister atau lepuh berwarna merah di permukaan kulit. Infeksi virus ini juga disertai nyeri sendi dan demam.

Para ahli medis mengatakan, flu tomat sangat menular. Oleh karena itu, India tengah berjuang melawan virus tersebut agar tidak menyebar lebih tinggi.

Lantas, apakah flu ini akan menjadi pandemi baru seperti pandemi Covid-19?

Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman berpendapat, flu ini bukan disebabkan oleh virus baru. Flu serupa akibat infeksi virus Coxsackie sempat dilaporkan pada tahun 2019.

Akibat virus Coxsackie, terjadi infeksi hand-foot- mouth desease (HFMD) yang memang endemik di banyak negara Asia.

“Menyikapi ini tentu perlu kewaspadaan tapi tidak panik. Karena sejauh ini saya tidak melihat data yang menguatkan bahwa flu tomat memiliki potensi pandemi. Enggak ke arah situ,” kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/8/2022).

Kendati begitu, Dicky menyarankan agar flu tomat tetap dipantau perkembangannya, utamanya untuk memastikan penyebab terjadinya flu tomat yang mungkin menyebar ke banyak negara.

Dia pun menyebut, kewaspadaan perlu ditingkatkan apabila suatu negara memiliki keterbatasan dalam mendeteksi virus dan kemampuan surveilans genomik.

Kapasitas deteksi virus yang terbatas akan mengurangi soliditas data.

“Ini perlu terus dipantau untuk dipastikan bahwa apa penyebab infeksi ini? Apa disinyalir ada kaitannya dengan virus Coxsackie? Harus dikritisi juga,” kata Dicky.

Adapun flu tomat menyebar di India. Flu tomat adalah penyakit virus langka yang menyebabkan ruam berwarna merah, iritasi kulit, dan dehidrasi.

Penyakit ini dinamai flu tomat karena lepuh yang ditimbulkannya terlihat seperti tomat. Hingga saat ini, sebagian besar kasus flu tomat atau demam tomat dilaporkan terjadi pada anak-anak berusia 1-9 tahun.

Penyakit ini jarang terjadi pada orang dewasa karena mereka biasanya memiliki sistem kekebalan yang cukup kuat untuk melindungi dari virus.

News Feed